10 Perguruan Tinggi Indonesia yang Lahirkan Founder Startup Terkenal

Mahasiswa News | Ada mitos yang beredar di masyarakat. Apabila sebuah startup ingin mendapat pendanaan dan sukses, maka sang founder harus bersekolah di luar negeri. Bila kita melihat Nadiem Makarim (CEO GO­JEK) yang merupakan lulusan Harvard University, serta Irzan Raditya (CEO YesBoss) yang sempat mengemban pendidikan di HTW Berlin, mitos tersebut bisa jadi ada benarnya.

Akan tetapi sebenarnya banyak juga founder startup yang berhasil membawa startup mereka untuk mendapat pendanaan dan sukses dalam bisnis, meski hanya menimba ilmu di kampus-kampus tanah air.

Berikut adalah sepuluh perguruan tinggi di tanah air yang berhasil melahirkan founder startup yang cukup sukses saat ini.

10 Perguruan Tinggi Indonesia yang Lahirkan Founder Startup Terkenal


1. Institut Teknologi Bandung

Didirikan pada tanggal 3 Juli 1920, Institut Teknologi Bandung (ITB) merupakan salah satu dari 500 besar kampus terbaik di dunia. Perguruan tinggi berlogo Ganesha ini merupakan tempat mengemban pendidikan Founder marketplace Bukalapak, yaitu Achmad Zaky.

Indrasto Budisantoso, mantan CEO Groupon Indonesia yang kini memimpin startup finansial Jojonomic, juga merupakan alumni dari kampus tersebut. Selain itu, ITB juga melahirkan beberapa nama founder lain seperti Gibran uzaifah (eFishery), Reynazran Royono (Snapcart), Arief Widhiyasa (Agate Studio), Narenda Wicaksono (Dicoding), dan Hanindia Narendrata (Telunjuk).

2. Universitas Indonesia

Berlokasi di Depok dan Jakarta Pusat, Universitas Indonesia (UI) merupakan perguruan tinggi terbaik di Indonesia saat ini. Tak mau kalah dengan ITB, UI juga turut “menelurkan” beberapa founder startup terkenal, seperti Natali Ardianto (CTO Tiket), Diajeng Lestari (CEO HijUp) dan Andreas Senjaya (CEO iGrow).

Tak berhenti sampai di situ, kampus yang terkenal dengan jas almamater berwarna kuning tersebut juga menghasilkan nama­nama founder lain, seperti Abraham Viktor (Taralite), Aria Rajasa (Tees), M. Alfatih Timur (KitaBisa), dan Putry Yuli (Kostoom).

3. Universitas Bina Nusantara

Universitas yang terkenal dengan jurusan Teknik Informatika ini sekarang telah mempunyai kampus di lima lokasi. Walaupun berstatus sebagai perguruan tinggi swasta, namun Universitas Bina Nusantara (Binus) tak mau kalah dari universitas-­universitas negeri dalam hal memproduksi founder startup.

Di antara beberapa founder startup terkenal yang sempat kuliah di Binus adalah William Tanuwijaya (Tokopedia) dan Benny Fajarai (Qlapa). Selain itu, Binus juga menghasilkan beberapa nama founder lain, seperti Rein Mahatma (StartupBisnis), Bernardus Sumartok (Tripvisto), Kevin Osmond (Printerous), Joshua Kevin (Talenta), Tomy Yunus (Squline), dan Ilham Syafrialdi (Maskoolin).

4. Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara (USU) mungkin adalah satu­satunya perguruan tinggi di dalam daftar ini yang berada di luar pulau Jawa. Namun kampus yang berdiri pada tahun 1952 tersebut ternyata telah melahirkan seorang founder startup terkenal, yaitu Hendrik Tio, CEO Bhinneka.

5. Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Walaupun Universitas Atma Jaya Yogyakarta awalnya merupakan cabang dari Universitas Atma Jaya Jakarta, namun mereka telah memisahkan diri dan menjadi independen pada tahun 1973. Dari kampus ini, muncul salah satu founder marketplace Tokopedia, Leontinus Alpha Edison.

6. Universitas Pelita Harapan

Berlokasi di Lippo Karawaci, Tangerang, Universitas Pelita Harapan (UPH) kini juga telah membuka cabang di kota Surabaya dan Medan. Dari universitas ini lahir seorang founder startup yang bergerak di bisnis kuliner, yaitu Cynthia Tenggara (Berrykitchen).

7. Universitas Komputer Indonesia

Universitas yang berlokasi di Bandung ini baru berdiri secara resmi pada tahun 2000. Meski begitu, Universitas Komputer Indonesia (Unikom) telah memunculkan seorang founder startup yang berhasil masuk akselerator Google Launchpad, yaitu Muhamad Nur Awaludin (Kakatu).

8. Universitas Negeri Surabaya

Universitas yang dahulunya bernama Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Surabaya ini sekarang mempunyai kampus di dua lokasi, yaitu di daerah Ketintang dan Lidah Wetan. Dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini muncul seorang founder startup yang ingin memberikan kesempatan bekerja bagi penyandang disabilitas, yaitu Rubby Emir (Kerjabilitas).

9. Telkom University

Telkom University merupakan perguruan tinggi yang dimiliki oleh salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di tanah air. Didirikan pada tahun 1990, kampus ini merupakan tempat
menimba ilmu bagi tiga orang founder startup yang berusaha menghubungkan para petani dengan konsumen, yaitu Walesa Danto, Lisa Ayu Wulandari, dan Arif Setiawan (Limakilo).

10. Unveristas Gadjah Mada

Universitas Gadjah Mada merupakan Universitas yang bersifat nasional. Selain itu Universitas Gadjah Mada juga berperan sebagai pengemban Pancasila dan Universitas pembina di Indonesia. Dari kampus biru inilah muncul founder startup seperti Lingga Madu (Salestock), Andy Fajar Handika (Kulina), Bachtiar Rifai (Kofera), Maria Regina Anggit (Jakpat), Fachry Bafadal (OneBit). Jangan lupa ada Puthut EA (Mojok.co) dan founder the largest online media, Budi Darsono (detikcom) juga dari UGM.

Selain nama­nama universitas di atas, ada juga Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya yang merupakan tempat Leonika Sari, CEO Reblood, menuntut ilmu. Kemudian ada juga nama Universitas Tarumanegara yang melahirkan Yenti Elizabeth (Founder Berrybenka).

Daftar universitas di atas seperti menjadi bukti kalau para  lulusan universitas dalam negeri juga punya peluang menjadi founder startup yang sukses. Namun tentu saja mereka tetap harus bekerja keras untuk bisa mewujudkan hal tersebut.



Sumber: Techinasia
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==