Wanita yang Hijrah (Ummu Kultsum)

Islampena - Alkisah dari Rabi’ah bin Utsman dan Qudarah. Mereka ber­ki­sah bah­wa mereka tidak mengenal wanita Quraisy yang keluar me­ning­gal­kan orang-tuanya untuk masuk Islam dan berhijrah selain Ummu Kultsum. 

Ummu Kultsum bertutur, “Aku keluar menuju kampung badui di mana di sana ada keluargaku, lalu aku bermalam tiga atau empat hari. Kampung itu berada di arah Tan’im. Kemudian aku pulang dan keluargaku tidak tahu kalau aku pergi ke kampung. Suatu hari aku pergi dari Makkah seakan-akan aku menuju kampung. Ketika orang yang mengikutiku kembali, tiba-tiba aku bertemu seorang dari Khuza’ah. Ketika dia menyebut Khuza’ah, aku tenang karena Khuza’ah masuk dalam perjanjian dengan Rasulullah.” Ummu Kultsum lalu memperkenalkan diri, “Aku wanita dari Quraisy dan aku ingin menyusul Rasulullah, tetapi aku tidak tahu jalan.” 

Ilustrasi



Seorang dari Khuza’ah langsung menyahut, “Aku akan menema­nimu sampai Madinah.” Lalu dia membawakan unta bu­at Ummu Kultsum. Kemudian Ummu Kultsum menunggang­i­nya dan dituntun oleh se­orang dari Khuza’ah itu.

“Demi Allah, dia tidak berkata sepatah kata pun. Ketika dia me­nun­tun unta itu, dia berpaling dariku dan ketika aku turun, dia membawa unta itu lalu mengikatnya di pohon dan dia bersandar pada batang pohon. Ketika mau berangkat, dia memegang unta dengan kuat lalu mendekatkannya padaku. Ketika aku telah naik, dia mengambil tali kekang unta itu dan ti­dak menoleh ke belakang sampai aku turun. Terus seperti itu sampai kami tiba di Madinah. Semoga Allah mem­ba­las­nya de­ngan kebaikan,” ucap Ummu Kultsum.

Dengan berniqab, tiba di Madinah, Ummu Kultsum menemui Ummu Salamah dan dia tidak mengenalinya sampai Ummu Kultsum membuka niqabnya. Lalu Ummu Salamah memeluknya dan berkata, “Engkau te­lah berhijrah menuju Allah dan Rasulullah Saw.”

Ujar Ummu Kultsum, “Ya, aku takut dia akan mengembali­kan­ku pada kemusyrikan seperti Abu Jandal dan Abu Bashir. Keadaan laki-la­ki tidak sama dengan keadaan wanita. Kaumku pasti curiga. Kali ini aku telah menghilang selama lima hari sejak aku tinggalkan mere­ka. Mereka pasti mencari-cariku selama aku pergi. Saat mereka tidak me­ne­mukanku, mereka pergi.”   

Rasulullah Saw kemudian menyambangi Ummu Salamah. Melihat ke­datangan Rasulullah, dia pun lalu mengabarkan tentang keda­tang­an Ummu Kulsum. Nabi pun menyambutnya penuh sukacita. Setelah itu, Ummu Kultsum berkata, “Aku berlari menuju tempatmu dengan agamaku, maka jagalah aku dan jangan engkau kembalikan aku ke­pa­da mereka yang akan memaksa dan menyiksaku. Aku tidak tahan ter­hadap siksaan, aku hanya seorang wanita yang lemah seperti yang engkau tahu.”

Ummu Kultsum binti Uqbah bin Abu Muith al-Umawiyah telah lama masuk Islam dan telah berbaiat. Dia belum siap berhijrah sampai tahun ke-7. Dia berangkat hijrah pada tahun perjanjian Hudaibiyah, seorang diri dia keluar dari Makkah. Saudaranya marah, lalu al-Walid keluar mencarinya dan me­re­ka sampai di Madinah pada hari kedua Ummu Kulsum tiba di sana. Mereka lalu berkata kepada Nabi Muhamad, “Wahai Muhamad, penuhilah isi perjanjian kita.”

Tapi, tiba-tiba Ummu Kultsum menyela, “Wahai Rasulullah, aku seorang wanita yang lemah, aku takut mereka akan memaksaku keluar dari Islam dan aku tidak sabar.” Lantas Allah SWT membatalkan perjanjian dalam hal wanita dan menurunkan ayat ujian. Sehingga, Rasulullah Saw pun tidak mau mengembalikannya pada mereka.

Ibnu Sa’ad bercerita, “Ummu Kultsum adalah wanita pertama yang hijrah ke Madinah setelah hijrah Nabi dan kami tidak mengetahui wanita Quraisy lain yang keluar dari rumah orang-tuanya untuk berhijrah selain Ummu Kultsum, dan dia keluar dari Makkah sendirian.”

Di Makkah dia belum menikah, lalu dia dinikahi oleh Zaid, lalu al-Zubair, kemudian Abdurrahman bin ‘Auf, lalu Amru bin Ash. Dan beliau meninggal pada masa khalifah Ali bin Abi Thalib. (Qie)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==