Ummu Aiman al-Habsyiyah, Pengasuh Rasulullah Saw

Islampena - Ummu Aiman (Barkah binti Tsa’labah bin Amr) al-Habsyiyah pernah mengasuh Rasulullah Saw setelah ibunda beliau meninggal dunia. Dia dibebaskan oleh Nabi Saw ketika beliau menikahi Khadijah. Lalu dia menikah dengan Ubaid bin Zaid dari Bani al-Harits bin al-Khajraz dan melahirkan Aiman.

Ilustrasi


Ummu Aiman melakukan hijrah dalam keadaan berpuasa. Dia haus, namun tidak mendapatkan air. Rasa haus membuatnya susah, maka tu­run­lah timba dari langit yang berisi air be­ning. Dia mengambil dan me­minumnya sampai kenyang dan dia berkata, “Setelah meminum air itu, aku tidak pernah merasakan haus. Aku pernah sengaja mencari haus dengan berpuasa ketika hijrah, tapi aku tetap tidak merasa haus.”

Peristiwa tersebut terjadi saat dia berhijrah dari Makkah menuju Madinah dengan berjalan kaki, tanpa bekal makanan dan air. Lalu Allah SWT memuliakannya dengan karomah itu. Dia berkata, “Setelah itu, aku berpuasa pada hari yang panas, lalu aku melakukan ibadah thawaf di bawah terik matahari agar aku haus, tetapi aku tidak haus juga.”

Rasulullah Saw mencintai Ummu Aiman dan memuliakannya serta beliau memanggilnya, “Ibu.” 
Rasulullah pernah mencandainya. Pada suatu hari, Ummu Aiman datang menemuinya dan berkata, “Wahai Rasulullah, bawalah aku.” Rasulullah menjawab, “Aku akan membawamu di atas anak unta.” Kata Ummu Aiman, “Anak unta tidak akan kuat membawaku dan aku juga tidak mau.” Rasulullah Saw berujar, “Aku tidak akan membawamu kecuali di atas anak unta itu.” 

Dalam sebuah riwayat dari Anas r.a. bahwa Rasulullah Saw me­ngun­jungi Ummu Aiman. Dia menyajikan minuman kepada Rasulullah Saw, namun beliau menolaknya. Lalu Ummu Aiman menghampiri Rasulullah Saw sambil marah-marah. Dia ingin menunjukkan pada Rasulullah Saw, kalau dia adalah penga­suhnya.

Dari Anas r.a. pula, dia berkisah, “Rasulullah Saw pergi mengunjungi Ummu Aiman dan aku pergi bersama beliau. Lalu Ummu Aiman menyuguhkan minuman kepada beliau. Mungkin karena beliau sedang berpuasa atau beliau tidak menyukai minuman itu, beliau menolaknya. Maka Ummu Aiman menghampiri Rasulullah Saw sambil berteriak karena penolakan itu. Setelah Rasulullah Saw wafat, Abu Bakar mengajak Umar, ‘Mari kita berangkat mengunjungi Ummu Aiman sebagaimana Rasulullah Saw mengunjunginya.’ Ketika mereka sampai, Ummu Aiman menangis. Lalu Abu Bakar bertanya, ‘Kenapa kau menangis? Apa yang ada di sisi Allah lebih baik untuk Rasulullah Saw.’ Dia menjawab, ‘Demi Allah, aku tidak menangis, karena aku tahu apa yang ada di sisi Allah lebih baik untuk Rasul-Nya, tetapi aku menangis karena wahyu telah terputus dari langit.’ Dia membuat Abu Bakar dan Umar sedih dan menangis.” (Qie)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==