Trisakti Memanas, Ini Kronologinya

Mahasiswa News | Suasana di kampus Universitas Trisakti yang kurang kondusif hari Rabu(24/08/2016) berawal dari segerombolan orang menggunakan seragam satpam (bukan satpam Trisakti) dan oknum oknum lainnya yang diduga preman memasuki kampus Universitas Trisakti.




Pukul 03.00 WIB
Segerombolan orang tersebut yang diindikasikan preman bayaran pihak yayasan menduduki kampus, terlebih lagi melucuti petugas keamanan Trisakti dan ponsel mereka disita oleh oknum tersebut. Lalu satpam illegal berkeliaran dikampus memasangkan spanduk berupa propaganda yang mengatasnamakan mahasiswa. 

Pukul 06.00 WIB
Anggota Polres Metro Jakarta Barat beserta anggota Kodim tiba di Universitas Trisakti, untuk melaksanakan pengamanan setelah mendapat laporan dari civitas akademika Usakti. Pengamanan yang ketat dilakukan pihak kepolisian untuk pencegahan terjadinya kericuhan di lingkungan kampus Trisakti. Pihak kepolisian menyiagakan 300 personel dan dibantu oleh 20 orang anggota Kodim.

Pukul 08.00  WIB
Semua pintu gerbang Universitas Trisakti ditutup karena dikabarkan rektor versi yayasan Trisakti, Edi Suandi Hamid, akan masuk ke dalam kampus. Pada saat itu, situasi cukup memanas karena seluruh masyarakat Universitas Trisakti menolak rektor yayasan yang illegal pelantikannya. Dilanjutkan oleh orasi mahasiswa yang tidak setuju dengan pendudukan rektor yayasan dikampus Trisakti serta konflik yang berkelanjutan ini menggangu proses belajar mengajar mahasiswa.

Pukul 08.40 WIB
Polisi menggelar mediasi untuk mendinginkan kedua belah pihak. Setelah itu pihak Kepolisian mengamankan preman bayaran yayasan yang tengah berkeliaran di lingkungan kampus, sekitar ratusan preman berhasil dibawa ke Mapolda Metrojaya. Polisi tetap bersiaga dan melakukan penyisiran preman lebih lanjut demi keamanan seluruh pihak.

Pukul 11.00 WIB
Suasana kampus Trisakti sudah mulai kondusif lagi, tetapi hal ini tidak berlangsung lama. Sekitar satu jam berselang pihak kepolisian dapat mengamankan kembali puluhan preman yang diindikasikan suruhan pihak rektorat. Kampus kembali memanas setelah preman bayaran masih banyak ditemukan berkeliaran di dalam lingkungan kampus. Lalu preman tersebut kembali dibawa ke Polda Metrojaya.

Pukul 14.00 WIB
Dilaksanakan audiensi oleh Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi bertempat di ruang Kepresidenan mahasiswa. Bapak Edi Suandi Hamid selaku rektor pilihan yayasan turut hadir serta pihak terkait yaitu pihak rektorat, pihak yayasan, DIKTI, Kemenkumham, Komnas HAM, komisi X DPR RI. Terdapat tiga kesimpulan yang dihasilkan dari audiensi ini Puluhan mahasiswa juga turut menyaksikan audiensi ini. Hingga saat ini diputuskan bahwa untuk sementara terdapat kekosongan kekuasaan serta penutupan gedung rektorat Universitas Trisakti sampai konflik ini dinyatakan selesai.

Hingga Sore lingkungan kampus trisakti masih dijaga oleh kepolisian, mencegah kejadian yang tidak diinginkan.


Sejumlah preman yang diamankan dari Kampus Trisakti.


Oleh: Venni (KJB Trisakti)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==