Sabar Atas Rasa Sakit

Islampena - Allah Swt. berfirman: “Dan Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (QS: Ali ‘Imran [3]: 146).

Sabar memiliki beragam dimensi: sabar menaati perintah Allah, sabar menjauhi laranganNya, sabar menghadapi musibah, dan atas petaka yang menimpa.

Junaid al-Baghdadi rahimahullâh berkata: Musibah adalah tangga bagi orang-orang yang ma‘rifah, kebangkitan bagi para pengikut (murĂ®d) tasawwuf, kebaikan bagi orang beriman, dan kerusakan bagi orang yang lalai. Seseorang tidak akan pernah merasakan kenikmatan iman hingga ia mendapatkan cobaan, kemudian sabar dan menerima.

Ilustrasi


Diceritakan dari Mu’adz bin Jabal r.a. ia berkata, “Jika seorang hamba yang beriman ditempa dengan suatu penyakit, maka dikatakan kepada malaikat pencatat amal keburukannya, “Jangan tulis tentang dia.” Dan kepada malaikat pencatat amal kebaikan dikatakan, “Catat perbuatan terbaik yang dia lakukan.”

Ibnu Atha’ berkata, “Kejujuran dan ketidakjujuran se­se­o­rang akan diketahui saat dia terkena musibah. Barang siapa yang bersyukur di saat senang dan mengeluh di waktu ter­tim­pa musibah, maka ia adalah pembohong. Seseorang yang di­ka­runia ilmu pengetahuan yang melimpah kemudian terkena musibah berat, lalu dia mengeluh, maka ilmu dan amal yang dia peroleh tidak ada gunanya.” (Qie)

loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==