Risma Ingin Mobil Listrik ITS Jadi Kendaraan Dinas

Mahasiswa News | Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan keinginan untuk menggunakan mobil listrik hasil karya mahasiswa dan dosen Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) sebagai kendaraan dinasnya. 

"Sebenarnya, saya sudah ngomong dengan Pak Hendro (Sekkota) untuk mobil dinas saya, sekalian mobil dinas pejabat kota saja sekalian," ungkap Risma, seperti dilansir Antara, Sabtu (20/8/2016).

Saat menghadiri peluncuran Sapuangin Speed 4 yang hendak berlaga dalam Student Formula di Jepang pada 6–10 September 2016, ia menjelaskan ide untuk menggunakan mobil buatan mahasiswa ITS sudah ada sejak beberapa tahun lalu.

"Ide untuk menggunakan mobil buatan mahasiswa ITS sudah ada sejak beberapa tahun lalu, namun ide tersebut belum terlaksana hingga akhirnya saya ungkapkan lagi kepada Pak Jhoni Hermana (Rektor ITS)," jelas Risma.

Risma Ingin Mobil Listrik ITS Jadi Kendaraan Dinas | okezone


Dalam kesempatan yang sama, Risma juga mengajak General Manager MOR V Pertamina yang hadir dalam acara tersebut untuk bergabung mewujudkan ide itu.

"Saya bangga, karena ini sebagian besar dikerjakan sendiri oleh mahasiswa dan dosen ITS. Artinya, ini benar-benar ciptaan sendiri, bukan menyerahkan kepada orang lain," katanya.

Risma mengatakan, dirinya ingin mewujudkan smart city dengan menggunakan mobil listrik buatan dosen dan mahasiswa ITS.

"Saya berencana akan ke Silicon Valley, Amerika. Di sana ada startup yang menjadi penghubung antara perguruan tinggi, pebisnis, dan pemerintah. Itu sinergi yang bagus," tuturnya.

Oleh karena itu, Risma berharap dan mendukung ITS untuk terus melakukan penelitian dalam pembuatan teknologi yang lain.

Sementara Rektor ITS Jhoni Hermana tak ingin Tim Sapuangin Speed 4 jatuh pada lubang yang sama seperti tahun lalu. "Mudah-mudahan ke depan ini akan lebih baik dan apa yang menjadi kendala tahun kemarin bisa menjadi pembelaran," ucapnya.

Jhoni mengatakan, target yang ia canangkan tahun ini adalah Tim Sapuangin Speed 4 bisa masuk 10 besar. "Sejauh ini persiapan sudah sangat baik. Mudah-mudahan bisa 10 besar," ujarnya.

Kemudian Witantyo, dosen pembina Sapuangin Speed 4, mengatakan timnya sudah bekerja untuk membenahi kekurangan tahun lalu, seperti pada sasis, sehingga mampu berbelok dengan kecepatan yang lebih tinggi dan reliability-nya.

"Tahun lalu kecepatan mobil kita masih 1 menit 10 detik. Tahun ini kami harap bisa mendekati 1 menit per lap," ungkapnya.

Witantyo juga berharap tahun ini Tim Sapuangin Speed 4 bisa menembus 10 besar. "Dari sekira 90 mobil, kita kemarin nomor 46. Tahun ini semoga lebih baik dan masuk 10 besar," tambahnya.

Tentang musuh yang menjadi ancaman terbesar masih berasal dari tim dari tuan rumah Jepang. Selain itu, tim dari Jerman juga menjadi lawan yang serius bagi Sapuangin.

Tim Sapuangin Speed 4 sendiri akan bertanding di Student Fomula, di Fukuoda Jepang, pada 6–10 September. Ini merupakan keempat kalinya mereka turut serta.
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==