Rektor Unibraw Buka Suara Soal Titipan Calon Mahasiswa Kedokteran

Mahasiswa News | Rektor Universitas Brawijaya M Bisri angkat bicara tentang perkara titip-menitip calon mahasiswa yang menimpa anggota DPDD Kota Malang Subur Triono.

Bisri mengakui, Subur pernah mendatangi rumahnya bersama seorang wanita yang disebutnya sebagai seorang bibi. Kepada Bisri, Subur menyampaikan keinginan untuk menitipkan dua orang dari bibinya itu agar dibantu masuk ke Fakultas Kedokteran (FK) UB.

Bisri mengaku tak ingat pasti waktu kejadian itu. Yang jelas, kejadian berlangsung sebelum masa pengumuman penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri UB. Ia juga mengaku tak ingat betul wajah wanita yang diajak Subur berkunjung ke rumahnya itu.

"Saya sebagai rektor tidak bisa menolak orang bertamu. Saya selalu menerima tamu," ujarnya, kepada para wartawan saat menggelar jumpa pers klarifikasi di Gedung Rektorat UB Lantai 7, Rabu (24/8/2016) sebagaimana dilansir surya malang.

Permintaan Subur untuk dibantu meloloskan dua calon mahasiswa itu dijawab secara normatif oleh Bisri. Ia menyarankan agar dua siswa itu tetap menjalani prosedur tes sebagaimana mestinya. Jawaban normatif itu ditambah juga dengan ujaran semoga dua calon mahasiswa itu bisa diterima.

Setelah pertemuan itu, Bisri mengaku tidak ada pembicaraan lanjutan dengan Subur. Ia juga merasa tidak pernah mendapat tawaran duit dari Subur untuk melancarkan penitipan itu.

Rektor Universitas Brawijaya M Bisri


"Di UB, selama ini tidak ada (penitipan) gitu," ujarnya.

Beberapa pekan setelah pertemuan di rumahnya itu, Bisri mendapat seorang tamu perempuan yang berasal dari DPRD Kota Malang. Wanita itu datang untuk mengklarifikasi kebenaran titip-menitip calon mahasiswa yang dilakukan oleh Subur. Ia juga menanyakan tentang uang Rp 300 juta yang merupakan kesepakatan transaksi antara Subur dan pelapor, seorang staf Puskesmas Mulyorejo berinisial EL.

Bisri juga menerima telepon dari Ketua DPRD Kota Malang Arief Wicaksono yang kontennya berisi klatifikasi kabar yang berhembus. Dua kejadian ini berlangsung sebelum kasus yang menjerat Subur sebagai terlapor ramai dibicarkan publik.

Pada 12 Agustus lalu, Subur yang juga politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengirim pesan pendek ke Bisri. Isinya, "Ass...Pak apa sy harus buat pernyataan secara tertulis. Ke pak rektor..Sy br dipanggil pak ketua dan badan kehormatan". Kepada wartawan yang hadir, Bisri menunjukkan pesan itu secara langsung.

Ia menjelaskan, konteks dari surat itu adalah tawaran jaminan dari Subur bahwa nama Bisri tidak akan dicatut dalam masalah tersebut. Secara pribadi, Bisri memang tidak mempermasalahkan penyebutan namanya itu dalam kasus titip-menitip ini. Ia juga tidak ingin mengajukan gugatan ke kepolisian terkait disebutnya nama Bisri sebagai orang yang dikenal dekat oleh Subur.

Bahkan, jika kepolisian membutuhkan kesaksiannya, ia pun siap untuk datang dan memenuhi.

"Saya harus siap," pungkasnya.
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==