Pembicaraan Damai Gagal, Koalisi Arab Hidupkan Kembali Operasi Militer

Islampena - Seorang juru bicara militer mengatakan hari Sabtu bahwa Koalisi Arab yang dipimpin Saudi akan menghidupkan kembali Operasi Memulihkan Harapan (Operation Restoring Hope) setelah pembicaraan damai Yaman di Kuwait berakhir di hari yang sama tanpa hasil yang nyata, lansir Al Arabiya News Channel, Ahad (07/08/2016).

“Karena operasi yang dimulai pada tanggal 21 April 2015 tersebut masih aktif, maka Operation Restoring Hope akan dihidupkan kembali,” Brig. Jenderal Saudi Ahmed Al-Asiri, juru bicara Koalisi Arab, mengatakan kepada Al Hadath, afiliasi saluran Al Arabiya.

Dok. Al Arabiya News Channel


Operasi itu diluncurkan untuk mendukung upaya-upaya politik dan perdamaian tapi tanpa mengesampingkan penggunaan kekuatan. Operasi ini mengikuti operasi militer Operation Decisive Storm.

Asiri, yang juga penasehat menteri pertahanan Arab, mengatakan milisi Houthi yang didukung Republik Syiah Iran menganggap akhir dari pembicaraan damai Yaman di Kuwait sebagai “kesempatan” untuk memperluas operasi mereka.

Dia mengatakan bahwa setelah penangguhan pembicaraan antara kedua belah pihak Yaman yang bertikai, Syiah Houthi mulai meluncurkan operasi di perbatasan Saudi.

Brigadir jenderal mengatakan saling tembak menyusul agresi Houthi menyebabkan terbunuhnya seorang tentara Saudi di perbatasan, mengulangi bahwa kerajaan tidak akan mentolerir pelanggaran tersebut.

Dia menambahkan “Kami telah menekankan bahwa Operation Restoring Hope memiliki tiga dimensi mendasar: Militer dan politik, serta bantuan dan kemanusiaan. Operasi ditangguhkan untuk memberikan kesempatan bagi momentum pembicaraan … dan untuk menunjukkan dukungan penuh kepada PBB dan utusannya melalui gencatan senjata yang telah diminta dari waktu ke waktu. Hal ini dihormati oleh koalisi dan pemerintah Yaman dengan harapan keberhasilan negosiasi.”

Asiri mengatakan, “Masalah yang harus dijelaskan kepada semua pihak adalah bahwa pemberontak  Houthi gagal dalam menangani secara positif semua peluang yang disajikan kepada mereka oleh pemerintah yang sah melalui Utusan PBB. Dan milisi sekarang berusaha untuk mencapai beberapa keuntungan militer di wilayah Yaman. Mereka menemukan diri mereka di jalan buntu. Kebuntuan tidak mencapai keberhasilan politik atau militer apapun. Oleh karena itu koalisi berkomitmen untuk mendukung pemerintah yang sah dan tentara nasional dalam upaya mengembalikan kontrol atas sebagian besar wilayah yang saat ini dipegang oleh milisi Houthi.”

Dia menambahkan “Pada saat yang sama angkatan bersenjata dan penjaga nasional melanjutkan tugas mereka dalam melindungi perbatasan kerajaan Saudi Arabia. Ini adalah masa depan yang kita kerjakan. Operation Restoring Hope akan aktif kembali.”

Pada hari Sabtu, utusan PBB untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmed mengumumkan akhir pembicaraan damai Yaman di Kuwait, tetapi mengatakan negosiasi antara kedua belah pihak Yaman yang bertikai akan dilanjutkan dalam sebulan.

Utusan menolak bahwa pembicaraan di Kuwait telah gagal, dan mengkritik setiap langkah-langkah “sepihak” yang diambil oleh salah satu dari dua belah pihak.

Tapi dia tidak menyebutkan kelanjutan tentang bagaimana Houthi dan pasukan yang setia kepada Saleh, pada hari Sabtu menunjuk dewan yang dibentuk untuk mengatur Yaman, yang merupakan pukulan baru bagi perundingan perdamaian yang dimediasi PBB.

Aliansi milisi mengumumkan pembentukan dewan pada tanggal 28 Juli, langkah yang dikecam oleh pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Ould Cheikh Ahmed mengatakan sebelumnya bahwa langkah itu akan merusak pembicaraan dan merupakan “pelanggaran berat” terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 2216.


(Qie/Alarabiya/Islampena)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==