Miris, dari 4.300 Kampus di Indonesia, Cuma 4 Persen Yang Terakreditasi

Mahasiswa News | Fakta di perguruan tinggi ini cukup mengejutkan. Meskipun jumlahnya banyak, namun sebagian besar kampus di tanah air belum terakreditasi.

Dari 4.300 kampus, baru 26 yang terakreditasi. Masih ada sebanyak 4.110 atau 96 persen yang belum. Padahal, akreditasi merupakan salah satu ukuran yang dapat digunakan untuk menilai kualitas suatu kampus.

Ilustrasi: hercampus.com


Hal tersebut disampaikan Direktur Penjaminan Mutu Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Aris Junaidi. Selain itu, kebanyakan kampus juga masih terakreditasi C.

“Yang akreditasi A ada 26, B ada 69, dan C (ada) 74. Perguruan tinggi terakreditasi sebanyak 169, dan yang belum punya akreditasi 4.110,” katanya pada acara Coffee Morning di Kemristekdikti, Jakarta, baru-baru ini.

Daftar kampus terakreditasi A di Indonesia (klik di sini)

Sementara itu, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemristekdikti, Intan Ahmad menambahkan bahwa sebagian besar kampus yang belum terakreditasi maupun yang terakreditasi C berada di luar Jawa. Hal tersebut juga berlaku pada akreditasi tingkat program studi. Padahal tahun ini, ditargetkan 12 ribu program studi dapat terakreditasi unggul.

“Ini masalah serius karena dampaknya lulusan sulit memperoleh pekerjaan. Mereka juga kurang terampil dan tidak mampu berkompetisi,” katanya.

Pihak Kemristekdikti sendiri tidak dapat mengintervensi kampus yang tidak mengalami peningkatan akreditasi. Dibutuhkan dorongan dari luar dan internal perguruan tinggi sendiri.

“Ini perlu proses dari internal kampus, tidak bisa keinginan dari pihak luar saja. Nanti masyarakat yang menilai juga akan pikir-pikir daftar kalau akreditasi rendah. Untuk itu, kami ada sistem penjaminan mutu internal, sehingga proses penjaminan terlaksana. Yang menilai akreditasi BAN-PT atau lembaga akreditasi mandiri.”

loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==