Mahasiswa UR Gelar Aksi Solidaritas Kasus "Meranti Berdarah" dan Kabut Asap

Mahasiswa News | Ratusan mahasiswa Universitas Riau (UR) dan mahasiswa asal Kepulauan Meranti, Senin (28/08/2016) melakukan aksi solidaritas duka cita atas tragedi "Meranti Berdarah" sekaligus perayaan Hari Ulang Tahun Asap yang ke-19 tahun. Kegiatan aksi bertujuan untuk menegakkan kebenaran dan keadilan di bumi lancang kuning terkait "Meranti Berdarah" dan kasus asap yang tak kunjung selesai di Provinsi Riau.

Dalam aksinya, penyampaian orasi dilakukan dari perwakilan BEM UR oleh Faizal Indra Rangkuty selaku Menteri Hukum dan Advokasi BEM UR menuntut agar Kapolri untuk menindaktegas anggota Kapolri yang terlibat dalam peristiwa "Meranti Berdarah" yang menewaskan dua warga sipil dan juga menuntaskan kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Dalam aksi yang berlangsung di seberang Tugu Zapin ini dijaga ketat oleh pihak keamanan.

Indra juga menghimbau agar kita sebagai mahasiswa harus terus mengawasi pemerintah dan jika asap terus menerus terjadi maka solusi terakhir adalah mengganti Kepala Daerah di Riau, karena jika mahasiswa hanya diam saja dan membiarkan hal ini kemungkinan asap yang sudah terjadi selama 19 tahun akan menjadi 20 tahun bahkan lebih.

Foto: BEM UR


"Harapan untuk kedepannya yaitu agar pemerintah mengusut tuntas permasalahan karhutla yang menyebabkan kabut asap dan penegakan hukum harus benar-benar ditegakkan", tegas Abdul Khair selaku Presma UR.

Kegiatan aksi ini ditutup dengan pembacaan penegasan sikap dari BEM UR, gubernur se-UR dan perwakilan mahasiswa Meranti. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemberian hadiah kue ulang tahun Asap Riau berangka 19 yang dilemparkan ke kantor Gubernur Riau sebagai wujud kekecewaan terhadap pemerintah sebab tidak tuntas menyelesaikan kasus asap yang telah 19 tahun mendera Riau. (BEM UR/rit)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==