Mahasiswa Keluhkan Pungli Oleh Oknum Birokrasi FE UMI

Mahasiswa News | Mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE), Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, menilai oknum Birokrasi FE UMI telah melakukan Pungutan Liar (Pungli) terhadap Mahasiswa FE-UMI.

“Iya memang benar saya dan teman-teman merasa bahwa oknum Birokrasi FE UMI melakukan pungli kepada kami, dan ini meresahkan,” kata AT, salah seorang Mahasiswa Fakultas Ekonomi UMI angkatan 2014, saat ditemui, Rabu (3/8/2016) sebagaimana dilansir gosulsel.

Lebih lanjut AT menjelaskan bahwa Pungli ini sudah berlangsung lama. AT bahkan menyebutkan  beberapa contoh Pungli yang dilakukan oleh oknum Birokrasi FE UMI. “Kartu Ujian atau Kartu Final yang awalnya dibagikan gratis, kalau hilang dan mau buat ulang kita harus ke birokrat dan bayar 50 ribu rupiah per mahasiswa,” sebut AT.



Dan memang, lanjut AT, jika kartu ujian tersebut hilang atau tercecer, mahasiswa tidak punya pilihan lain selain ke Birokrat untuk dicetak ulang, pasalnya kalau tidak membuat ulang kartu ujian atau kartu final tersebut mahasiswa tidak bisa ikut ujian.

Selain itu, kata AT, masih ada lagi jenis Pungli lain yang dilakulan oleh oknum Birokrasi Fakultas Ekonomi UMI. “Seperti saat kita minta untuk dibuatkan Kartu Hasil Studi (KHS) dan Kartu Tabulasi Nilai, kita dikenakan biaya 5 ribu rupiah per mahasiswa jika minta dibuatkan,” keluh AT.

Tidak hanya di Birokrat, AT juga memepertanyakan kejanggalan yang Ia rasakan, seperti adanya oknum dosen yang memaksa mahasiswa untuk membeli buku padahal mata kuliahnya telah selesai dan mahasiswa diwajibkan membeli buku senilai Rp. 75 ribu bila hendak mengikuti praktek laboraturium.

“Tidak cuma itu kak, waktu di Padang Lampe kita diwajibkan membayar 25 ribu rupiah per orang, katanya nanti selesai mengikuti pesantren di Padang Lampe baru dikembalikan, tapi sampai sekarang tidak ada, bisa kita bayangkan kalau 25 ribu rupiah dikalikan seluruh mahasiswa Fakultas Ekonomi berapa jumlahnya,” tutur AT kepada Gosulsel.com.

Berusaha dikonfirmasi melalui sambungan pribadi, Wakil Rektor III UMI tidak memberi respon. Begitu pula bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Universitas Muslim Indonesia.

loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==