Mahasiswa: Jual 4 BUMN Rp. 20 Triliun, "Sungguh Tidak Logis"

“Kemandirian nasional malah digadai-gadaikan, kedaulatan nasional diperjual belikan, lalu daulat rakyat digusur oleh daulat pasar. Pembangunan menggusur orang-orang misikin, padahal seharusnya menggusur kemiskinan.”  Prof. Dr. Sri Edi swasono.


Ilustrasi


Mahasiswa News | Dilema besar di pemerintahan yang telah berumur 21 bulan ini. Janji pembangunan infrastruktur nampaknya mengalami kendala yang serius. Pasalnya, kondisi APBN-P 2016 yang berkaitan dengan postur belanja Negara dalam APBN-P ditetapkan Rp 2.082,9 triliun akan mengalami defisit anggaran. Pendapatan Negara yang hanya Rp 1.786,2 triliun, ini berarti akan  mengalami defisit anggaran sebesar Rp 296,7 Triliun. Jika pemerintah tidak bisa mengatasi defisit anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) konsekuensinya pemerintah dapat dilengserkan. Defisit anggaran diatur dalam UU keuangan Negara, Undang-Undang nomor 17 tahun 2003 tentang keungan Negara pasal 12 ayat (3). Dalam pasal tersebut di jelaskan bahwa batas maksimal defisit anggaran adalah 3% dari PDB. Dengan demikian otomatis presiden jokowi melanggar UU keuangan Negara dan bisa diturunkan oleh DPR.

Demi menutupi defisit anggaran tersebut berbagai cara di lakukan oleh jajaran mentri presiden jokowi. Mulai dari pemotongan anggaran, manajemen arus kas, berhutang , dan menjual asset Negara. Yang terbaru adalah ketika wacana menjual empat BUMN, yaitu jasa marga,waskita karya,aneka tambang dan adhi karya. Kempat BUMN itu akan di jual sebesar 20 Triliun. Padahal jika kita melihat salah satu BUMN yaitu waskita karya yang mencatat keuntungan sebesar 14 triliun pada tahun 2015 atau meningkat 36,10 persen pada tahun sebelumnya. Maka sebenarnya kebijakan untuk memprivatisasi ke empat BUMN itu dengan harga 20 triliun sungguh tidak logis. “Ini ada indikasi permainan politik. Bagi pemerintah alasannya untuk kepentingan rakyat, padahal rakyat mana yang di untungkan. Seharusnya pemerintah bisa lebih cerdas lagi dalam mengatasi defisit anggaran tersebut,bukan hanya mengobral asset Negara begitu saja.” Ujar Ihsan Munawwar Presiden Mahasiswa BEM KBM STEI SEBI di sela-sela kesibukan Program pengenalan kampus (propeka).

Baca: BEM Seluruh Indonesia Tolak Penjualan 4 BUMN

Rakyat Indonesia sudah sangat memprihatinkan. Hak subsidi di kurangi, jaminan kesehatan bayar sendiri, ketimpangan kesejahteraan mencapai titik mengkhawatirkan dan BUMN mau di obral begitu saja. “pemerintah jokowi jangan semena-mena. Kekuasaan presiden dan menteri ada batasnya,yang  langgeng adalah kekuasaan rakyat,dan diatas segalanya kekuasaan Tuhan yang maha Esa", tambah Ihsan Munawwar. Wacana untuk menjual asset Negara bukan kali ini saja, masih segar di ingatan kita bahwa wacana menjual gedung BUMN kepada gubernur DKI Jakarta mendapat respon penolakan. “Kami BEM KBM STEI SEBI menolak penjualan asset Indonesia, kami akan mengawal kebijkan penerbitan saham  BUMN baru kepada publik, kita harus menjadi tuan dinegeri sendiri. Masih banyak kebijakan yang  kreatif , tidak mengobral asset Negara, cukup meng-obral janji saja. Kami siap kuliah dijalan seharian untuk mengingat pemimpin yang dzhalim. Ia lupa dengan janji jabatannya dan lupa dengan isi pidato pertamanya. Saya juga menghimbau untuk seluruh mahasiswa di Indonesia jangan hanya sibuk mengurusi adik maba, biarkan ia tumbuh dewasa bersama tanggung jawabnya sebagai mahasiswa dan ajak ia berjuang memperbaiki bangsa agar tumbuh cinta tanah air”, tegas Ihsan Munawwar. (Rio Martin/MahasiswaNews)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==