Mahasiswa Australia Raih Predikat Cumlaude di Universitas Indonesia

Mahasiswa News | Lulus dengan IPK nyaris sempurna, yakni 3,96 membuat Scott Patrick bahagia bukan main. Dengan prestasi tersebut, mahasiswa asal Australia ini berhak mendapatkan predikat cumlaude saat acara wisuda Universitas Indonesia (UI), belum lama ini.

Ternyata, di balik kesuksesannya meraih gelar sajana di UI, terdapat kisah unik yang dialami Scott. Pasalnya, sebelumnya pria berusia 28 tahun itu merupakan seorang tentara di satuan angkatan darat di Australia yang sering ditugaskan melakukan perjalanan ke Asia Tenggara. Hal tersebutlah yang kemudian membuat Scott tertarik untuk mengenal Indonesia.

"Indonesia itu benar-benar berbeda dengan Australia. Tidak hanya kultur dan budaya, namun segala aspek. Inilah yang menarik hati saya," katanya dikutip dari laman UI, Selasa (30/8/2016).

Dok. UI


Scott menceritakan, semakin tertarik belajar di Tanah Air setelah mendapat tunangan seorang wanita asal Indonesia. Dia pun langsung memutuskan di sini guna meningkatkan kemampuan bahasa Indonesianya yang baru sebatas bahasa baku.

"Saya mendaftar di program sarjana reguler agar bisa berinteraksi sehari-hari dengan bahasa Indonesia, bukan lagi dengan bahasa Inggris. Pilihan saya jatuh kepada jurusan Ilmu Ekonomi FEB UI melalui program penerimaan mahasiswa asing pada 2012," terangnya.

Selama menjalani perkuliahan di UI, Scott mengaku, mendapat banyak pengalaman yang berkesan. Dia juga mengagumi kualitas para pengajar di UI yang rata-rata mempunyai karir di luar kampus.

"Indonesia itu sangat toleran dan kompak. Hampir-hampir tidak ada perlakuan yang berbeda antar etnis disini. Itu juga yang saya rasakan di UI, semua teman-teman seangkatan tidak ada yang membedakan saya dan mau berinteraksi," sambungnya.

Alih-alih kesulitan dengan bahasa atau beradaptasi, Scott justru merasa kendala terbesar selama kuliah di UI, yakni pada ilmu matematika yang tak dikuasai dengan baik.

"Saya ingin menuntaskan mimpi berkeliling Indonesia sampai Desember. Setelah itu, saya akan kembali ke Australia untuk bekerja sebagai pegawai pemerintah, melanjutkan pengabdian kepada negara," pungkasnya.
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==