Maba Gugur Karena UKT Mahal, BEM Unila Gelar Aksi Penggalangan Dana

Mahasiswa News | Puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung (Unila) melakukan penggalangan koin untuk mahasiswa baru Universitas Lampung, Senin (1/8/2016). Aksi ini digelar di Lampu Merah di Lampu Merah Jalan Soemantri Brojonegoro, Rajabasa, Bandar Lampung diikuti juga oleh masa dari BEM Fakultas Pertanian, BEM FMIPA dan BEM FKIP UNILA.

Presiden BEM Universitas Lampung Ahmad Nur Hidayat mengatakan aksi yang dilakukannya bersama mahasiswa lainnya merupakan solidaritas terhadap mahasiswa baru. "Banyak tahun ini mahasiswa baru (maba) yang tidak registrasi ulang karena Uang Kuliah Tunggal (UKT) tinggi," ungkap Ahmad.

Masih kata dia, dari jurusan FKIP Bahasa Indonesia kemarin yang mundur karena tidak kuat untuk membayar UKT. "Itu asalnya dari Langkat yang akhirnya tidak registrasi. Rata-rata memang mengeluhkan biaya UKT Rp2,5 juta yang standar tapi tidak sanggup. Ada yang sampai Rp5 juta," ujarnya.

Dok. BEM Unila






Menurutnya, aksi penggalangan koin untuk UKT ini juga akan disampaikan langsung ke birokrat Universitas Lampung. "Harapannya bisa mengevaluasi sistem UKT yang katanya untuk menyubsidi silang kepada tidak mampu. Teorinya subsidi silang tapi praktiknya malah banyak yang menjadi korban maba yang baru," ujarnya.

Ahmad menambahkan hari ini juga sudah menyampaikan surat ke Wakil Rektor II untuk meninjau kembali terkait UKT. "Kalau tidak direspon kita akan melakukan kegiatan yang lebih besar lagi untuk menyampaikan aspirasi ini," tandasnya. (BEM Unila/MN)


loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==