Kisah Saudara Kembar Raih Medali di Pimnas 2016

Mahasiswa News | Terlahir menjadi saudara kembar merupakan salah satu anugerah tersendiri dari Tuhan. Selain memiliki paras wajah yang sama, M. Dedy Bastomi atau yang akrab disapa Dedy dan M. Deny Basri atau yang akrab disapa Deny memiliki beragam keunikan yang sama pula. Dua saudara kembar yang sama-sama menempuh pendidikan di Diploma 3 Otomasi Sistem Informasi tersebut, kini tengah berlaga dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-29 di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Saat ditemui di lokasi PIMNAS, Dedy menjelaskan, triknya untuk bisa melaju ke ajang tahunan tersebut yakni mau belajar dari pengalaman. Sempat lolos ajang PIMNAS di Kendari pada tahun lalu, Dedy merasa banyak pelajaran yang bisa diterapkan untuk bisa lolos bersama saudara kembar dan rekan-rekannya di ajang PIMNAS kali ini.

“Intinya agar lulus bareng, ya belajar dari pengalaman tahun lalu. Lihat judul yang disukai juri dan tahu potensi teman yang bisa diajak kerja sama,” paparnya.

Dedy dan Deny dalam Pimnas ke-29 di IPB. (Foto: Dok. Unair)


Tidak jauh beda dengan kakaknya, Deny juga memiliki cerita tersendiri tentang proses menuju PIMNAS kali ini. Dari 12 proposal PKM yang diajukan, 3 diantaranya dinyatakan lulus ke PIMNAS. Hal tersebut merupakan bekal dan pengalaman tersendiri bagi Deny.

“Ini bisa menambah pengalaman dan memberikan yang terbaik saat kita mau lulus,” tuturnya bangga.

Meski sudah dua kali berlaga dalam ajang PIMNAS, keduanya juga tidak luput dari banyak kesulitan yang harus dihadapi, terlebih keduanya kini tengah menempuh semester akhir.

“Kemarin waktu mau camp persiapan PIMNAS di trawas, Deny belum sidang. Jadi selepas camp ya ngebut untuk segera sidang,” kenang Dedy.

Selain itu, keduanya juga kerap bersilang pendapat saat menyusun dan menggagas ide yang akan diajukan pada proposal PKM. Meski demikian, bagi mereka rasa pengertian lah yang harus diutamakan saat beda pendapat.

“Sering sekali kami bersilang pendapat, kalau ndak pengertian tambah ribut. Ya harus saling pengertian,” terang Deny.

Kakak beradik yang juga mahasiswa penerima bantuan pendidikan bidikmisi tersebut, bertekad merampungkan yudisium selepas PIMNAS berlangsung. Selain itu, tekad untuk alih jenis ke jenjang S1 pun sudah masuk dalam rencana ke depan.

“Alhamdulillah sudah sidang, tinggal yudisium,” pungkas Dedy diamini oleh adiknya.

Raih Medali

Pada PIMNAS kali ini, adik kakak tersebut tergabung dalam sebuah kelompok PKM-T dengan judul “Sistem Segmentasi Citra Sebagai Pengukuran Tendensi dan Stability Volume Busa pada Foaming Test Pelumas di Laboratorium PT.Pertamina Lubricants Gresik Berbasis Borland Delphi 7”. Deny, Dedy dan Kelompok PKM-nya berhasil mendapatkan medali perak di kategori presentasi. Sedangkan di kategori poster,  mereka berhasil meraih medali perunggu.

Medali yang mereka raih juga turut mengantarkan UNAIR menduduki peringkat 3 dari 145 Perguruan Tinggi se-Indonesia yang mengikuti PIMNAS. Peringkat UNAIR pada PIMNAS kali ini meningkat dibandingkan PIMNAS tahun sebelumnya yang meraih peringkat  4. (Unair/MN)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==