Kebaikan Nabi Muhamad Saw kepada Istri Pamannya

Islampena - Fathimah binti Asad bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay al-Ha­syi­miyyah adalah ibu Ali bin Abi Thalib dan dia pernah mengasuh Nabi Saw setelah ibunya meninggal dunia. Anas bin Malik r.a. meriwayatkan, “Ketika Fathimah binti Asad bin Hasyim, Ibu Ali r.a., meninggal dunia, Rasulullah Saw datang lalu duduk di dekat kepalanya dan berkata, ‘Semoga Allah  merahmatimu, Ibu. Kau adalah ibuku juga, kau lapar dan kenyang, tidak memiliki pakaian dan, kau tahan dirimu memakan makanan lezat dan kau memakannya. Kau melakukan semua itu karena Allah SWT dan akhirat’.”

Ilustrasi


Kemudian Rasulullah Saw menyuruh agar Fathimah binti Asad dimandikan tiga kali. Ketika air kafur tiba, Rasulullah Saw menciduk dengan tangannya, kemudian beliau melepas jubahnya dan memakaikannya pada tubuh jenazah, lalu mengkafaninya dengan pakaian atasnya. Kemudian beliau memanggil Usamah bin Zaid, Abu Ayub al-Anshari, Umar bin Khattab dan seorang budak hitam untuk menggali kubur. Mereka pun menggalinya. Ketika mereka sampai liang lahat, Rasulullah Saw menggali dengan tangannya, mengeluarkan tanah de­ngan tangannya. Setelah selesai, Rasulullah Saw masuk dan berba­ring di liang lahat, lalu berkata, “Allah yang menghidupkan dan mematikan dan Dia Maha Hidup dan tidak mati. Ampunilah Ibuku, Fathimah binti Asad, terimalah hujjahnya, luaskanlah jalan masuknya karena Engkau sebaik-baik pemberi rahmat.” Lalu beliau bertakbir empat kali, kemudian al-Abbas dan Abu Bakar al-Shiddiq memasukkannya ke liang lahat.

Dari Ibnu Abbas, dia bercerita, ketika Fathimah binti Asad, Ibu Ali bin Abi Thalib, meninggal, Rasulullah Saw melepas jubahnya lalu memakaikannya pada jenazah Fathimah, kemudian beliau berbaring di liang lahatnya. Saat tanah telah diratakan, para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, kami melihat Engkau melakukan satu perbuatan yang belum pernah Engkau lakukan pada orang lain.” 

Beliau menjawab, “Aku memakaikan jubahku padanya agar dia memakai pakaian surga. Aku berbaring di liang lahatnya untuk me­ringankannya dari tekanan kubur karena dia adalah orang yang paling berjasa padaku setelah Abu Thalib.” (Qie)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==