Ini Syarat-Syarat Pernikahan yang Diperbolehkan

Islampena - Terkadang seorang istri memberikan syarat tertentu untuk dinikahi kepada orang yang meminangnya. Jika yang disyaratkannya mendukung dan menguatkan akad, seperti mensyaratkan nafakah, hubungan badan atau bagian dari hartanya jika suaminya memiliki istri lain, maka syarat tersebut sebenarnya terpenuhi dengan sendirinya dengan adanya akad.



Jika syarat yang diajukan termasuk sesuatu yang melanggar akad, misalnya istri mensyaratkan tidak adanya hubungan badan dengan dirinya, atau mensyaratkan dirinya tidak akan membuatkan makanan dan minuman kepada suaminya, sebagaimana yang terjadi pada beberapa gaya hidup yang dilakukan oleh seorang istri kepada suaminya, maka syarat tersebut batal dan tidak wajib dipenuhi. Karena hal tersebut bertentangan dengan tujuan dari menikahi perempuan tersebut.

Jika syarat tersebut di luar itu semua, misalnya si istri mensyaratkan pada suaminya untuk mengunjungi kerabat-kerabatnya, atau dia mensyaratkan pada suaminya untuk tidak keluar dari desanya, dengan kata lain, dia tidak mensyaratkan sesuatu yang dapat membuat yang haram menjadi halal dan sebaliknya, maka syarat tersebut wajib dipenuhi.

Jika tidak, maka dia punya hak untuk membatalkan pernikahannya bila mau. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Saw., “Perjanjian yang paling patut ditunaikan yaitu yang menjadikan halalnya hubungan kelamin bagi kamu.” (HR. Muttafaq ‘Alaih).

Demikian juga diharamkan bagi seorang wanita mensyaratkan pada suaminya untuk menceraikan istrinya yang lain, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim. Rasulullah Saw. bersabda, “Seorang wanita dilarang mensyaratkan diceraikannya saudarinya (istri orang).”(Qie/IP)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==