Felix Siauw: Walau Sudah Halal, Kemesraan Bukan Untuk Diumbar

Islampena - Entah ini cuma perasaan saya saja, ataukah ini sudah jadi semacam trend baru, menggantikan selfie.

Tapi makin hari makin ramai saja unggahan-unggahan yang suami-istri mempertunjukkan kemesraan.

Niatan dakwah tidak mengapa, "Ini enaknya sudah halal", ketimbang foto mesra masih pacaran, maksiat bangga.

Hanya, soalan hati ini mudah berubah, mudah lupa, mudah tergoda, niatan baik itu bisa terselip rasa lainnya.


Gambar: Kawan Imut


Ingin terlihat mesra, senang dipuji orang, lalu melanjut ke rasa candu akan publisitas, yang menyesatkan.

Bisa jadi yang kita dakwahkan itu haq, tapi syaitan mudah membelokkan pengemban dakwahnya, kita lemah.

Nasihat ulama kita, adegan kamar bukan untuk publikasi, hal-hal yang harus tetap jadi privasi suami-istri.

Sekarang kemesraan suami istri seolah jadi konsumsi publik, antara dakwah dan pamer sudah tipis beda.

Saya akui, orang perlu teladan dalam berhijrah, dalam ketaatan, perlu yang dilihat, idola yang dijadikan panutan.

Saya akui, dakwah di masa ini perlu membuka bagian privasi kita agar dilihat dan dicontoh oleh ummat.

Hanya, coba sejenak kita berhenti, tanya hati, adakah kita haus perhatian Allah layaknya kita pada manusia?

Adakah amal-amal tersembunyi yang itu lebih banyak dari amal-amal yang kita tampakkan via media sosial?

Kemesraan bukan untuk diumbar, sebab yang sudah mesra tak perlu kemesraan kita, yang single baper.

Apalagi bila kita sudah niat berpose agar terlihat mesra, agar dikagumi, agar terkenal, lindungi kami Ya Rabb.

Alhamdulillah 'ala kulli haal, sekali lagi, yang halal tetap halal, mengunggah foto bersama pasangan boleh saja.

Hanya kemesraan itu, adegan kamar itu, berpelukan dan berciuman itu, biarlah jadi rahasia pasangan saja.

Luruskan saja niat terus menerus, tanamkan lillahi saat kita mau mengunggah apapun untuk dakwah.

Memang godaan orang berdakwah itu riya, dan godaan orang yang tak berdakwah itu enggan dan malas.

Saya berdoa semoga apa yang saya tulis ini ada manfaatnya, terutama bagi saya.

Juga pada semua pendakwah, semoga Allah jaga niat dan cara, agar kita tidak jatuh salah saat dakwah.

Sudah, tidak perlu komentar sinis dan menyalahkan siapapun tentang ini, ini nasihat buat saya dan istri 😶😶😶


(Felix Siauw)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==