Derita Kelainan Gen Tak Halangi Fahmi Raih Impian Kuliah di UGM

Mahasiswa News | Keterbatasan fisik bukan penghalang bagi Muhammad Fahmi Husaen untuk terus meraih cita-citanya.

Senin (1/8/2016), putra pertama dari empat bersaudara ini mengikuti agenda pembukaan Pelatihan Pembelajaran Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB) untuk mahasiswa baru Universitas Gajah Mada (UGM). Para mahasiswa baru akan disuguhi atraksi terjun payung.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berbincang-bincang dengan Muhammad Fahmi Husaen mahasiswa baru UGM 


Di tenda sebelah utara lapangan Grha Sabha Pramana, sambil menunggu dimulainya acara terjun payung, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berbincang-bincang santai dengan seorang Fahmi yang duduk di kursi roda.

Mahasiswa dari Dusun Dadapan, Wonokerto, Turi, Sleman, ini duduk di kursi roda karena menderita penyakit langka Duchenne Muscular Distrophy (DMD) yang merupakan kelainan gen.

Penyakit langka yang menyebabkan otot melemah ini juga dialami oleh kedua adiknya Muhammad Faqih Husaen dan Muhammad Faris Husaen. Meski duduk di kursi roda, namun Fahmi tidak menyerah.

Dia kerap menorehkan prestasi. Kemampuan di bidang akademik Fahmi cemerlang. Dari SMP, nilai rata-ratanya 9,01. Tak hanya itu, Fahmi berhasil meraih juara tiga INAICTA (Indonesia Informatika And Communication Technology Award) 2013.

Pada tahun 2015, Fahmi juga berhasil meraih juara dua karya ilmiah Olimpiade Sains Nasional (OSN).

"Tidak menyangka bisa bertemu dan ngobrol dengan Pak Ganjar," ujar Fahmi saat ditemui.

Fahmi menuturkan, saat berbincang-bincang dengan Ganjar, dia ditanyai dari SMA mana, alasan memilih UGM, lalu jurusan yang diambilnya.

Selain itu, Ganjar juga berpesan agar Fahmi terus semangat dan rajin belajar.

"Tadi Pak Ganjar pesan agar pantang menyerah dan rajin belajar. Senang dan jadi semakin semangat," tegasnya.

Remaja yang suka mendesain mobil 3D ini mengaku sejak SMA bercita-cita akan meneruskan ke jenjang perkuliahan. Ada dua universitas yang menjadi cita-citanya pertama Universitas Gajah Mada (UGM) dan kedua Institut Teknologi Bandung (ITB).

Cita-cita Fahmi akhirnya tercapai, setelah mengikuti tes tertulis gelombang kedua remaja humoris dan ramah ini diterima di UGM.

"UGM itu bagus, jadi saya pengen kuliah di sini. Ya senang satu cita -cita saya sudah tercapai," pungkasnya.



Sumber: Kompas
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==