Demi Bebas UKT, Anak Anggota DPRD Ini Ngaku-Ngaku Miskin

Mahasiswa News | Dewan Pendidikan Lampung menemukan empat mahasiswa baru (maba) yang mengaku tidak mampu membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) di Universitas Lampung (Unila) ternyata berasal dari keluarga kategori nonmiskin. Empat maba tersebut termasuk dari 22 orang yang menyatakan ingin mundur dan berkeluh kesah di laman grup Facebook Maba Universitas Lampung.


Ilustrasi: Shutterstock


Ketua Dewan Pendidikan Lampung Mahfud Santoso mengatakan, dari hasil kroscek tim di lapangan, empat mahasiswa itu orangtua atau walinya ternyata berasal dari keluarga berada.

"Ada empat orang yang ternyata orangtuanya bekerja sebagai anggota DPRD, PNS golongan IV, dan wiraswasta," katanya. Namun, Mahfud tidak bersedia merinci nama-nama maba tersebut.

Kemudian, dari 22 orang maba tersebut, ada tujuh orang yang benar-benar dari golongan tidak mampu dengan pekerjaan antara lain sebagai buruh tani, pedagang kue, pegawai honorer, dan pedagang sayur keliling.

"Sedangkan 11 orang lain masih dalam kroscek dan pelacakan. Kami membentuk tim untuk mendatangi langsung kediaman mahasiswa yang bersangkutan di masing-masing kabupaten/kota," katanya.

Mahfud menambahkan, hasil kroscek itu akan menjadi rekomendasi ke Rektor Unila. Dari hasil koordinasi dengan pihak Unila, katanya, maba yang orangtuanya benar-benar masuk kriteria miskin akan dijamin bisa menempuh perkuliahan di Unila.

"Begitu juga dengan universitas lain seperti Perguruan Tinggi Umitra, IAIN Radin Intan. (Maba) yang masuk kategori miskin dibebaskan dari pembayaran UKT," katanya.

Sebelumnya, jagat netizen di Lampung dikejutkan dengan sejumlah maba yang mengaku ingin mundur karena tidak mampu membayar UKT. Keluhan dan curhat itu di-posting di laman grup facebook Maba Universitas Lampung.




Sumber: Okezone
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==