BEM UPI: Rektorat Cari Untung Lewat Seleksi Mandiri

Mahasiswa News | BEM REMA Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menolak diberlakukannya uang pangkal bagi calon mahasiswa baru yang masuk melalui jalur seleksi mandiri. Mereka menilai uang pangkal yang besarannya mencapai 30 juta rupiah tersebut sama seperti jual beli kursi.

Muhammad Guntur Purwanto, Ketua BEM REMA UPI mengatakan, dari hasil kajian mereka, Seleksi Mandiri sudah melenceng dari UU Dikti No. 12 tahun 2012 yang menyebutkan bahwa pendidikan adalah hak semua warga negara. Fungsi pendidikan telah disalahgunakan rektorat UPI untuk meraup keuntungan.


5 Dosa Rektorat Pada Mahasiswa


“Ini yang kami sayangkan pendidikan telah menjadi pasar. Padahal pendidikan itu untuk semua masyarakat Indonesia. Jadi Seleksi Mandiri seolah diperjualbelikan. Istilahnya sama seperti jual beli kursi,” ucap Guntur, Senin (15/08/2016).

Guntur menjelaskan, ada sekitar 7000 mahasiswa baru UPI setiap tahunnya. Dari angka tersebut 20 persennya diambil dari jalur Seleksi Mandiri. Namun bedanya, para calon mahasiswa baru jalur Seleksi Mandiri tersebut dimintai uang pangkal.


Pada intinya uang pangkal UPI untuk jalur mandiri sangat membelot dari kebijkan yang ada. Karena kampus lain seperti UNJ, UGM dan Unsoed saat ini sudah menghapus kebijakan tersebut, sementara UPI belum,” ungkap mahasiswa Pendidikan Fisika angkatan 2012 ini.

Guntur menegaskan, bila uang pangkal untuk calon mahasiswa baru tidak dihapuskan oleh rektorat UPI, mereka akan menurunkan ribuan mahasiswa untuk menolak kebijakan tersebut. Bahkan mereka juga akan meminta agar proses seleksi mahasiswa melalui jalur Seleksi Mandiri dihapuskan.

Guntur mengaku, terkait uang pangkal tersebut, BEM REMA UPI telah menghimpun sebanyak 150 pengaduan dari calon mahasiswa baru UPI Seleksi Mandiri. Mereka mengadu, karena tidak mampu membayar uang pangkal tersebut. Saat ini BEM REMA UPI telah bertemu dengan Rektorat UPI, namun pertemuan tersebut belum ada jalan keluar.

"Maka berdasarkan kajian dan analisis yang kami lakukan dengan ini kami Aliansi Mahasiswa UPI menuntut rektorat UPI untuk, Hapuskan Uang Pangkal SM-UPI, tetapkan peserta yang lolos SM-UPI menjadi Mahasiswa UPI, transparansikan segala proses penyelenggaraan UKT dan SM-UPI, adakan Bidikmisi pada Jalur SM-UPI, adakan wadah untuk mengajukan keberatan atas ketidaksesuaian antara UKT mahasiswa dengan kemampuan ekonomi mahasiswa, orang tua mahasiswa, atau pihak lain yang membiayainya", tutup Guntur. (Rit/MN)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==