BEM Unila: Pengelolaan UKT Unila Masuk Dalam Zona Merah

Mahasiswa News | Uang Kuliah Tunggal atau lazim disebut UKT merupakan suatu sistem pembayaran uang kuliah pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pengganti dari sistem pembayaran dengan uang pangkal. Dimana penerapan uang pangkal pada setiap fakultas dan universitas berbeda-beda, perbedaaan signifikan terjadi antara mahasiswa regular dengan yang non regular. Pengalokasian dana dari uang pangkal yang tidak jelas juga menjadi alasan penghapusan uang pangkal.

UKT adalah suatu sistem pembayaran uang kuliah yang dibebankan kepada mahasiswa untuk diringkas menjadi satu kali pembayaran tiap semester hingga lulus, tanpa ada pungutan lain selain pembayaran tertentu seperti pembayaran Kuliah Kerja Nyata (KKN), uang praktikum dan lain sebagainya. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (UU PT) menjadi acuan pemerintah untuk menerapkan sistem pembayaran UKT. Berdasarkan ketentuan Pasal 88 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Menteri berwenang menetapkan standar satuan biaya operasional Pendidikan Tinggi yang menjadi dasar perguruan tinggi negeri dalam menetapkan biaya yang ditanggung oleh mahasiswa. Sesuai dengan ketentuan ayat (4) Pasal 88 tersebut, bahwa biaya yang ditanggung oleh mahasiswa harus disesuaikan dengan kemampuan ekonomi mahasiswa, orang tua mahasiswa, atau pihak lain yang membiayainya.


Dok. BEM Unila


Ahmad Nur Hidayat Presiden Mahasiswa Universitas Lampung dalam rilisnya mengatakan pengelolaan UKT di Universitas Lampung masih jauh dari apa yang di harapkan, hal ini dapat di lihat dari beberapa mahasiswa baru Unila yang mengundurkan diri akibat mahalnya biaya kuliah. Sehingga unila termasuk dalam zona merah dalam pengelolaan UKT, sistem yang dibangun ternyata belum mampu mengimplementasi kebutuhan mahasiswa, mengingat ada beberapa mahasiswa menjadi korban akibat tidak berjalan dengan baik sistem UKT tersebut.

"komersialisasi pendidikan sudah semakin akut, semakin seram bagi sebagian kalangan mahasiswa, mahasiswa dituntut hanya untuk segera menyelesaikan masa studi, hal ini sudah dibayang-bayangin oleh tingginya UKT", ucap Ahmad.

Baca juga: Maba Gugur Karena UKT Mahal, BEM Unila Gelar Aksi Penggalangan Dana

Ahmad menambahkan Apa yang mereka katakan bukan tanpa data dan fakta. "Fakta mahasiswa baru yang mengundurkan diri mencapai 18 orang (berdasarkan data advokasi BEM U KBM Unila) dan ini bukan catatan prestasi, namun catatan kelam Universitas Lampung dalam mengelola UKT tahun 2016", tutup Ahmad. (Qie/BEM Unila)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==