Aturan Baru, Kemenag Hapus Keterangan Islam di Gelar Akademik

Mahasiswa News | Kemenag (Kementerian Agama) kembali mengeluarkan regulasi gelar akademik. Dalam aturan terkini itu, Kementerian Agama menghapus keterangan Islam atau yang biasa disingkat I dalam gelar akademik. 

Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama Kamaruddin Amin membenarkan adanya keputusan baru soal gelar akademik itu. Katanya, aturan tersebut berlaku untuk seluruh universitas dibawah naungan Kementerian Agama. 

"Perubahan hanya di gelar akademik S-1 juga S-2. Sementara itu, untuk S-3 konsisten doktor seperti biasanya," menurutnya di Jakarta, belum lama ini. 

Aturan gelar akademik baru itu tertuang dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomer 33/2016. 

Gelar yang mengalami perubahan, antara lain, gelar untuk sarjana di fakultas atau jurusan tarbiyah. Misalnya, sarjana acara studi (prodi) pendidikan agama Islam serta pendidikan bahasa Arab yang diawal mulanya bergelar SPdI (sarjana pendidikan Islam) ditukar jadi SPd. 

Perubahan lain yaitu gelar buat lulusan komunikasi juga penyiaran Islam, yaitu dari SKomI jadi SSos (sarjana sosial). 

Kamaruddin menjelaskan, penghapusan keterangan Islam (I) dalam gelar akademik tersebut dilakukan supaya gelar lebih fleksibel. "Ketika mau mendaftar tugas di mana-mana biar sama dengan lulusan universitas lain," jelasnya. 

Ilustrasi


Biarpun demikian, Kamaruddin menyebutkan, kompetensi atau kekhususan keislaman mereka konsisten dijelaskan dalam lembar surat keterangan pendamping ijazah (SKPI). 

Misalnya, di dalam SKPI sarjana pendidikan agama Islam (PAI) dapat tercatat bahwa lulusan tersebut mempunyai kompetensi pendidikan Islam. Demikian pun juga lulusan lain seperti jurnalistik Islam, hukum tata negeri Islam, serta hukum pidana Islam. 

Rektor IAIN Jember Babun Suharto menyongsong baik perubahan gelar akademik di universitas Kementerian Agama tersebut. "Dengan demikian, tiada lagi perbedaan antara lulusan universitas umum serta agama," menurutnya. 

Dirinya pun menginginkan Kementerian Agama mengubah nama jurusan atau prodi yang memakai istilah bahasa Arab. Contohnya, muamalah, jinayah, juga ahwal syakhsiyah. Menurut ia, ahwal syakhsiyah dapat ditukar dengan hukum keluarga. "Bisa mudah dikenal warga serta lebih eye-catching," ujarnya. (rit)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==