Api dalam Sekam Itu Bernama Arogansi Minoritas

Islampena - Pemerhati kontra-terorisme Harits Abu Ulya mengatakan, kerusuhan di Tanjungbalai telah memberikan pelajaran penting tentang kerukunan umat beragama di bangsa ini. Ia menilai, peristiwa itu merupakan bukti arogansi dari kalangan minoritas.

kerusuhan di Tanjungbalai


“Karena sikap arogansi minoritas itu sama artinya membuat bara api dalam sekam. Ketika ada momentum maka mayoritas yang merasa terdzalimi akan mengekspresikan kemarahan mereka dengan berbagai bentuk aksi kekerasan,” katanya, Senin (1/8/2016).

Harits melanjutkan, sikap hegemoni dan intoleran dari kelompok mayoritas itu tidak perlu terjadi. Sebab, tirani dari kelompok minoritas atas mayoritas dengan beragam modusnya itu sangat berbahaya.

Lebih jauh, Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) itu mengatakan, tabiat umat Islam di Indonesia yang mayoritas sangat toleran. Faktanya, dalam sejarah konflik SARA di Indonesia umat Islam selalu menjadi korban.

“Selama ini (umat Islam) lebih banyak ngalah dan bersabar. Faktanya kultur mayoritas muslim Indonesia tidak akan mencubit kalau tidak di cubit,” cetusnya.

“Semoga kasus Tanjungbalai memberi pelajaran penting bagi siapapun agar punya sikap proporsional dalam kehidupan sosial politik bermasyarakat,” pungkas dia. (Feishal/Ally)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==