Aksi Mahasiswa Unmul "Refleksi 71 Tahun Kemerdekaan Indonesia"

Mahasiswa News | Sebanyak ratusan mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) yang tergabung dalam Garuda Mulawarman melakukan aksi demo di simpang empat lembuswana Samarinda, Kamis (18/8/2016) .

Fadly Idris Koordinator Garuda Mulawarman mengatakan bahwa Merdeka itu bebas dari belenggu bangsa lain maupun bangsa sendiri. Bangkit dari keterpurukan dan kemiskinan. Maju bersama untuk menyempurnakan janji reformasi bukan janji jabatan atau bagi harta rampasan rakyat.

Baca juga: (BEM ITB Tolak Luhut Binsar Panjaitan Sebagai Plt Menteri ESDM)

Fadly menambahkan dua tahun sudah pemerintahan Jokowi-JK belum mampu memberikan sepenuhnya hak rakyat yang merupakan kewajiban pemimpin negara. Bangsa Indonesia jauh dari kata sejahtera, yang ada justru kepentingan rakyat yang kalah dengan kepentingan partai-partai penguasa.

Beberapa waktu terakhir masyarakat Indonesia dihebohkan dengan polemik pengangkatan dan penurunan Menteri ESDM, Archandra Tahar. Sebelumnya media kerap memberitakan isu kewarganegaraan ganda yang dimiliki oleh mantan menteri dengan masa jabatan terpendek ini. 


Aksi Mahasiswa Unmul "Refleksi 71 Tahun Kemerdekaan Indonesia"


Menurut Fadly polemik tersebut melanggar konstitusi bangsa Indonesia yang tertera pada UU No.12 tahun 2006 tentang kewarganegaraan, serta UU. 39 Thn 2008 dan UU. No. 6 thn 2011 tentang Kementerian Negara dan Keimigrasian.

Fadly pun menyinggung represivitas aparat atas nama negara kembali menguak masa kelam Indonesia yang pernah terbelenggu suara dan kebebasannya. Penggusuran yang disertai dengan kekerasan dialami oleh masyarakat kecil.

(Baca juga: Mahasiswa Unsri Demo Evaluasi 2 Tahun Jokowi)

"Selain kondisi alam dan lingkungannya yang telah dieksploitasi habis-habisan mereka juga harus rela tempat tinggal mereka dialihfungsikan. Bahkan halaman sekitar rumah berubah menjadi hal yang menakutkan akibat teror bisnis tambang dan perkebunan yang mengancam keberlangsungan kehidupan generasi selanjutnya", ucap Fadly.




Maka dengan perihal tersebut, bertepatan dengan 71 tahun kemerdekaan Republik Indonesia Garuda Mulawarman menilai bahwa Kabinet Kerja yang dicetus oleh Jokowi-JK "GAGAL" dalam upaya mensejahterakan dan membawa Indonesia berdiri diatas kaki sendiri. Bersama dengan itu, mereka menuntut :

1. Mendesak pemerintah untuk kembali memenuhi upaya membangkitkan kedaulatan bangsa dengan menegakkan kembali UUD 45 pasal 33.

2. Menuntut Presiden RI untuk mencabut segala macam kebijakan kementerian ESDM pada masa Archandra Tahar sebab kontroversi legalitasnya sebagai menteri.

2. Menagih Janji Jokowi-JK untuk berkomitmen dan menjalankan program Unggulan dibidang pendidikan dan kesehatan.

3. Mendesak Presiden RI untuk melakukan tindakan nyata dalam upaya mencegah kerusakan lingkungan akibat kejahatan korporasi dan memberikan sanksi berat bagi pihak yang bertanggung jawab akan dampak negatifnya.

4. Mengutuk keras aksi represifitas yang dialami oleh rakyat, jurnalis, mahasiswa dan segenap elemen bangsa lainnya demi menjaga iklim demokrasi yang bebas dan bertanggungjawab.

"Berdasarkan permasalahan-permasalahan ini, kami dari Aliansi GARUDA MULAWARMAN menuntut kinerja dari Presiden Jokowi dan jajarannya untuk tegas dan mementingkan kepentingan rakyat saat ini atas segala kebijakan dari pemerintah", tegas Fadly. (Qie)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==