Taliban Rebut Banyak Wilayah di Afghanistan

Islampena - Pemerintah Afghanistan kembali kehilangan kontrol wilayahnya ke tangan Taliban (Imarah Islam Afghanistan) sejak awal tahun ini, menurut laporan pengawas tinggi pemerintah AS mengenai Afghanistan, Aljazeera melaporkan Jumat  (29/07/2016).

Diterbitkan pada hari Jumat oleh Inspektur Jenderal Khusus untuk rekonstruksi Afghanistan (the Special Inspector General for Afghanistan Reconstruction-SIGAR), laporan itu mengatakan bahwa daerah yang semula berada di bawah kendali atau pengaruh pemerintah Afghanistan menurun menjadi 65,6 persen pada akhir Mei dari 70,5 persen tahun lalu, berdasarkan data yang diberikan oleh pasukan AS di Afghanistan.

Komandan pasukan AS di Afghanistan, Jenderal TNI John Nicholson, mengatakan sebagian besar daerah yang dikuasai Taliban adalah pedesaan.

Taliban Rebut Banyak Wilayah di Afghanistan


“Mereka percaya mereka akan mampu merebut dan menguasai medan, dan mereka berusaha untuk melakukannya,” kata Nicholson briefing Pentagon melalui video link pada hari Kamis.

Para pejabat Afghanistan mengatakan angka sebenarnya tidak dapat diukur karena perang melawan Taliban masih berlangsung.

“Ini bukan hanya Taliban tetapi banyak kelompok-kelompok perlawanan di Afghanistan yang berjuang untuk mendapatkan wilayah, dan kami bertempur untuk mendorong mereka mundur, jadi kami tidak bisa benar-benar mengukur seberapa banyak daerah yang berada dalam kendali Taliban atau kelompok-kelompok perlawanan lainnya,” General Dawlat Waziri , juru bicara kementerian pertahanan Afghanistan, mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Jumat dari Kabul.

“Namun, kita bisa memastikan bahwa Taliban tampaknya hadir pada sebagian besar di daerah pedesaan, bukan di kota-kota strategis.”

AS telah melatih dan mempersenjatai pasukan Afghanistan sebelum menarik mundur pasukan Amerika dari negara itu, namun Afghanistan tetap kekurangan personil dan persenjataan berat.

Laporan itu mengutip pasukan AS di Afghanistan mengatakan hilangnya kontrol tersebut karena, “Pasukan Afghanistan ditugaskan ke daerah dengan prioritas yang lebih rendah untuk melakukan operasi ofensif, mendapatkan dan mempertahankan inisiatif, memanfaatkan peluang, dan mengkonsolidasikan keuntungan taktis.”

Mengakui bahwa kondisi di Afghanistan tetap genting dan mujahidin Taliban telah memperoleh tanah di beberapa tempat, Presiden AS Barack Obama berencana untuk menyisakan 8.400 tentara Amerika di Afghanistan pada akhir masa jabatannya – meningkat dari rencana sebelumnya, mencerminkan kesulitan yang tergambar akibat kehadiran AS di negara itu.

Obama juga menyetujui memaksa otoritas baru AS untuk mendukung pasukan Afghanistan, sambil memungkinkan penggunaan serangan udara AS yang lebih besar.

Sebelumnya, Nicholson, yang memerintahkan misi Resolute Support yang dipimpin NATO dan misi khusus  AS secara terpisah, diizinkan untuk mengambil tindakan terhadap Taliban hanya jika “mereka menimbulkan ancaman langsung kepada pasukan koalisi AS atau jika pasukan Afghanistan menghadapi bencana kegagalan.”

Aturan ini belum diangkat oleh otoritas baru.

Afghanistan tetap menjadi salah satu negara yang neniliki paling banyak ranjau darat di dunia, setelah konflik berlangsung hampir 40 tahun.





Qie | Aljazeera | Islampena
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==