Pernikahan: Menyatukan ego "aku" dan ego "kamu" menjadi "kita"

Islampena - Bagi yang belum menikah jangan menanamkan mindset bahwa pernikahan adalah pintu kebahagiaan dan akhir dari sebuah perjuangan panjang. Seperti kisah dongeng-dongeng putri dan pangeran. Lantaran tanpa disadari mindset memasang ekspektasi tinggi terhadap pernikahan. Menginginkan pernikahannya bagaikan cerita di negeri dongeng tanpa perjuangan.

Ilustrasi


Pernikahan bahagia tak langsung turun begitu saja dari langit, tak seperti cerita negeri dongeng yang berakhir di pesta pernikahan, kemudian pasti berbahagia. Dengan menikah, kita mempertemukan dua kepentingan dalam satu wadah, menyelaraskan persamaan dan perbedaan menjadi satu keputusan, saling membahagiakan satu sama lain dan saling merasakan kesedihN satu sama lain.

Pernikahan yang samara atau pernikahan yang harmonis bukan berarti pernikahan yang tiada konflik sama sekali. Bukan! Sebab begitu banyak perbedaan diantara keduanya. 100 persen pernikahan pasti bermasalah. Pernikahan yang harmonis dan romantis adalah pernikahan yang penuh masalah, tapi suami istri bisa menyelesaikan masalahnya sesuai syariat, secara dewasa bukan mendiamkannya.

Membangun pernikahan yang harmonis adalah proses yang cukup menarik untuk dilewati. Menyatukan ego "aku" dan ego "kamu" menjadi "kita" merupakan proses yang sangat berharga untuk dilewati. Perlu kesabaran yang luar biasa, perlu toleransi yang luar biasa, dan perlu usaha luar biasa.

Salah satu kunci untuk mendapatkan pernikahan harmonis sepanjang masa adalah bangun cinta berkali-kali kepada orang yang sama, yaitu pasangan kita. Insya Allah, jika ini terbentuk, kedekatan mulai terjalin, keakraban terjaga, kekompakan rekat, kepercayaan kian meningkat, kita tinggal menikmati hasil apa yang sudah kita tanam selama ini. Rumah tangga menuju surga. Insya Allah.


Oleh:
Aisyah Najib Kailani 
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==