BEM Unila: Janji Banding UKT, Birokrat Hanya Beri Harapan Palsu

Mahasiswa News | Saat ini Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) disibukkan dengan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), yang dijadwalkan mulai tanggal 18 juli – 29 juli 2016.


BEM U KBM Unila sedang mengadvokasi mahasiswa unila tahun 2016, selain itu mereka juga menunggu hasil verifikasi berkas banding UKT yang dilakukan pada pertengahan mei lalu, mengingat jadwal akhir pembayaran UKT sebentar lagi karena sudah mendekati tanggal 29 juli. 

Namun sampai hari ini sesuai dengan waktu yang di janjikan Kabag keuangan Unila Bapak Sariman, tidak kunjung memberikan hasil banding UKT yang dilakukan oleh BEM U KBM Unila. "janji-janji yang dilontarkan oleh Kabag Keuangan akan turunnya hasil banding hanya sebatas kata “segera” “sedang diproses” hingga “minggu depan”, ucap Ahmad Nurhidayat Presiden Bem U KBM Unila.

Pict : BEM Unila


Kalimat yang memberikan harapan bagi pengaju banding tidak kunjung memberikan hasil yang pasti, sampai kemarin pada saat Bayu Saputra selaku Menteri Advokasi dan kesejahteraan mahasiswa (adkesma) BEM U KBM Unila menemui Kabag Keuangan, beliau tidak memberikan jawaban yang menegaskan sudah sejauh mana hasil banding ukt tersebut, justru seakan-akan tidak tahu menahu masalah ini. Padahal sebelumnya beliau menjanjikan paling akhir pengumuman banding UKT dilakukan senin pada tanggal 25 juli 2016.

Ahmad Nur Hidayat sangat menyayangkan sikap birokrat unila yang tidak menepati janji yang hanya menjadi angin penyejuk bagi pengaju banding dan akhirnya hanya terasa sesak ditenggorokan karena tidak ada kepastiannya. 

"Ini adalah langkah akhir kami meminta untuk segera menyelesaikan proses banding UKT mahasiswa 2013-2015. Bila seandainya birokrat kampus masih PHP terhadap kami, maka tinggal hitungan mundur gedung rektorat akan dipenuhi oleh ribuan mahasiswa yang turun kejalan menuntut hak-hak kami yang tidak mampu dipenuhi", tegas Ahmad. (Qie/BEM U KBM Unila)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==