Ilmu Faraid Sebagai Solusi Konflik Pembagian Harta Warisan

ISLAMPENA - Pemberitaan mengenai kasus anak yang tega membunuh orang tuanya hanya karena harta warisan,atau konflik kluarga akibat pembagian harta warisan memberikan gambaran mengenai pentingnya pembagian harta warisan yang adil. Bicara soal sengketa harta warisan, dalam sebuah berita pada 2014, Komisi Yudisial (KY) mensinyalir maraknya kasus suap terjadi terhadap hakim dalam sengketa hak warisan yang bernilai miliaran rupiah di Pengadilan Agama. Perkara seperti ini terjadi karena kurangnya ilmu faraidh (warisan) yang dimiliki ahli waris sehingga tidak menerima keputusan perhitungan warisan, selain tentunya adanya keserakahan akan harta dunia menjadi faktor tambah konflik itu terjadi. Pemahaman ilmu faraidh menjadi solusi atas konflik-konflik yang diakibatkan pembagian harta waris. Dengan ilmu faraid ,keadilan yang hakiki bisa di tegakkan.

Ilustrasi


Ilmu al-Mawaris atau ilmu faraidh adalah salah satu di antara ilmu-ilmu yang penting yang wajib dipelajari dan diajarkan. Sabda Rasulullah SAW dalam haditsnya:
“Belajarlah ilmu Faraid dan ajarkanlah, sesungguhnya ia separuh dari pada ilmu dan sesungguhnya ia merupakan ilmu yang akan dilupakan serta ilmu yang akan dicabut dari umatku” (Riwayat Ahmad).

Dengan sebab pentingnya ilmu faraidh inilah, Rasulullah SAW mewajibkan kepada umatnya mempelajari ilmu faraidh dan mengajarkannya, dimana baginda telah menegaskan lagi dalam haditsnya.

Hendaklah kamu pelajari ilmu Faraid dan kamu ajarkan kepada manusia, maka sesungguhnya aku adalah orang yang di dalam genggaman Allah dan bahwa ilmu Faraid itu kelaknya akan digenggam dan akan nyata 

beberapa fitnah sehingga berselisih bertentangan dua orang mengenai dengan Faraid - pembahagian harta Pusaka, maka kedua- dua orang itu tidak memperolehi orang yang menghukumkan dan menyelesaikan perselisihan di antara keduanya. (Riwayat Ibn Majah)

Dalam hadits yang lain diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud Rasulullah SAW bersabda: 

Belajarlah al-Quran dan ajarkanlah ia kepada manusia. Belajarlah ilmu Faraid dan ajarkan manusia mengenainya, maka sesungguhnya aku seorang yang berada dalam genggaman (Allah) dan bahawasanya ilmu (faraid) akan digenggam (ditahan) lalu akan timbul fitnah sehingga dua orang berselisih dalam perkara faraid namun keduanya tidak mendapati ada yang dapat memutuskannya. (Riwayat al-Hakim) 

Berdasarkan hadits tersebut jelas menunjukkan, bahawa ilmu faraidh merupakan ilmu yang penting yang wajib dipelajari dan diajarkan, masyarakat Islam hari ini tidak seharusnya menganggap ilmu faraidh ini sebagai ilmu yang tidak berguna karena sesungguhnya hanya imu faraidlah yang mana Allah sendiri yang menghitung ketetapan pembagian harta warisan Qs.Anisa 7-12. Ini adalah ketetapan hukum yang spesial dan sebaik-baik hukum adalah hukum Allah swt.

Banyak sengketa yang terjadi karena hari ini umat manusia meninggalkan hukum Allah swt,konflik yang terjadi lebih mengedepankan keinginan dari setiap manusia (nafsu) maka celakalah yang terjadi.  Putusnya silahturahmi antar sesama muslim,kekeluargaan bahkan pembunuhan adalah salah satu akibat dari luapan ketidak adilan dalam pembagian harta warisan. Allah swt memiliki sikap adil,dan tidak ada keraguan dalam setiap ketentuannya. Janji-Nya pula dalam surah annisa ayat 13 yaitu untuk hamba yang taat surga jaminannya. Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya serta melanggar batas-batas hukum-Nya,niscaya Allah memasukannya ke dalam api neraka,dia kekal di dalamnya dan dia akan mendapat azab yang menghinakan. 

Maka dalam kesempatan ini penulis mengingatkan pada diri penulis sendiri dan untuk seluruh umat manusia bahwa mari kita kembali pada ketentuan hukum Allah swt,lebih khusus dalam pembahasan kali ini adalah mengenai pembagian harta warisan. Pemahaman,mengamalkan dan mensyiarkannya merupakan bentuk ketaatan dan kepatuhan terhadap Allah swt. Semoga kita termasuk hamba-Nya yang senantiasa mendapatkan ampunan atas dosa-dosa yang kita sadari maupu yang tidak kita sadari. Wallahu a'lam bis-shawaab.

Rio Martin ade putra
Mahasiswa STEI SEBI fakultas ekonomi syariah
Menteri sosial-politik BEM KBM STEI SEBI ”kabinet dedikasi berkarya” 
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==