Berhenti bicarakan cinta, maka akan terbentang keluasan ilmu Allah

Cinta itu anugerah Allah, tapi membatasi cinta hanya sekedar urusan lelaki dan wanita itu musibah. Bila sudah begitu, tipis bedanya antara cinta dan nafsu.




Membicarakan cinta itu penawar, tapi membicarakan cinta terus-menerus sementara orangnya belum siap dan pantas, itu justru siksaan dan sumber kegalauan.

Semua ada waktunya, ada gilirannya, ada tahapannya, ada masanya. Masa muda itu seharusnya saat memburu ilmu, tanpa disibukkan dengan hal-hal lainnya.

Yang muda memandang menikah itu segala-galanya, yang sudah menikah ingin kembali muda dan sendiri lagi, hidup ini hanya saling memandang satu sama lain saja.

Bacalah buku sebanyak-banyaknya, mumpung masih sendiri, carilah pengalaman seluas-luasnya, mumpung masih sendiri, setiap masa, ada bahagianya.

Asal kita tahu untuk apa kita melakukan semua ini, asal kita paham karena siapa kita melakukan semua ini, asal kita mengetahui Islam, halal dan haramnya, all is fine.

Berhenti sejenak bicarakan cinta masa muda, maka akan terbentang keluasan ilmu Allah, ada setiakawan, ada kerjasama, dakwah, pengorbanan, prestasi.

Pada saatnya nanti, ada saatnya nanti, bila engkau dan aku sudah lebih matang dan bijaksana, sudah lebih tenang dan seimbang, kita akan bahagia dalam cinta mulia.

(Felix Siauw)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==