Senat Mahasiswa Terancam Dicabut, BEM UR : LAWAN!!

Mahasiswa News | "Sejarah Dunia adalah sejarah orang muda. Jika angkatan muda mati rasa, maka matilah semua bangsa. Bukankah tak ada yang lebih suci bagi seorang pemuda daripada membela kepentingan bangsanya?? (Pramodeya Ananta Toer).

Jika hari ini kita tidak mampu memberikan harta kita untuk perjuangan ini, maka infaqanlah tenaga dan keringatmu, jika tidak bisa maka wakafkanlah pikiranmu. Dan jika tidak bisa lagi maka hadirkanlah ragamu disini. Selemah-lemahnya perjungan adalah kehadiranmu namun tidak berarti apa-apa.

Hari ini, terlihat jelas bahwa masih ada orang-orang yang masih memiliki hati nurani. Ketika sebuah kedzaliman hadir, tak ada kata tawar menawar untuk mengungkapkan kegelisahan itu.




Hari ini, masih terlihat kepalan-kepalan tangan yang masih teracung dengan gagah, bukti sebuah keperkasaan dari para pemuda. Di tangan-tangan itu, tersimpan saksi bisu masih adanya Berjuta juta kebathilan di muka bumi ini.

Dan hari ini juga, masih ada suara suara kegelisahan itu. Bukti masih adanya warisan kejantanan para pemuda terdahulu.

Terkadang Teriakan Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat Indonesia. Adalah cara terbaik untuk mengungkapkan kegelisahan dan keresahan yang dialami. 

Karena satu hal yang pasti yang kita miliki saat ini adalah suara-suara yang mampu merobohkan dinding tirani dan tangan-tangan yang terkepal yang mampu menjangkau kekuasaan otoriter.

Meski proses hari ini belum menunjukan hasil final, dengan di pendingnya putusan "Pengesahan Statuta UR" yang didalamnya tercantum penghapusan perwakilan mahasiswa dari senat Universitas. Namun perjuangan kita juag tidak sampai di sini saja. Kita akan kawal terus, sampai benar-benar kepentingan mahasiswa terakomodir dalam statuta Universitas Riau. Dan hanya kematianlah yang hanya bisa memisahkan kita dari jalan perjuangan ini.

Cerita ini adalah tentang kisah bukan siapa yang paling tajam, tapi siapa yang paling bersungguh sungguh.

Terima kasih dan selamat bagi yang telah lulus dalam "Ujian Militansi" hari ini.

Mengetahui apa yang baik, tetapi tidak melakukannya adalah sikap pengecut yang paling buruk. Suatu bangsa tidak akan menjadi muda, kalau pemudanya bersuka ria.

Selama kita masih takut berkorban, takut hidup susah, takut berhadapan dengan risiko, selamanya kita belum kuat dalam berjuang. Tidakkah kita malu dengan mereka yang dulu menghabiskan waktu di pembuangan, mengalami pemenjaraan dan beberapa bahkan pembunuhan. Mereka tidak ingin kita punya nasib yang sama, tapi setidaknya kita punya keberanian yang sama. Keberanian untuk berkorban dan bersatu dalam perjuangan, bersatu bergerak melawan!!

Itulah sebuah suara yang bagi saya adalah beraroma anak muda.

Presma BEM UNRI.
Andres Pransiska
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==