Pemimpin Harus Berintelektual Dan Bermoral

Mahasiswa News | Pemimpin adalah seseorang yang dapat dijadikan panutan yang berada di depan untuk menuntun siapa saja baik individu maupun kelompok untuk melakukan hal yang sama untuk kebutuhan bersama di semua bidang, dan juga mampu membawa orang ia pimpin kearah tujuan yang diinginkan.

Seorang pemimpin juga seperti organ tubuh ia menjadi kepala yang mampu mengarahkan kemanapun langkah tubuh itu inginkan maka pemimpin harus mampu berbuat sesuai yang diinginkan anggotanya jika itu baik supaya tidak terjadi intrik masalah dikemudian hari yang pastinya dapat memecah belah kubu dan melengserkan pemimpin tersebut serta membawa pengaruh buruk pada periode kepemimpinannya.

pict : alfahmu.com




Dengan adanya  pemimpin seperti ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan terhadap suatu kelompok. Sedangkan peranan pemimpin dalam suatu kepala daerah sangatlah penting guna membangkitkan dan memelihara sikap keharmonisan dan kestabilan bagi masyarakat pada daerah, kedudukan tersebut merupakan penggerak bagi kemajuan atau kemunduran dalam suatu daerah dan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan untuk melakukan tujuan pembenahan, pembinaan dan pembangunan bagi daerah yang dipimpinnya.


Seorang kepala daerah di Indonesia yang ditetapkan oleh pemilihan umum memiliki wewenang menyelenggarakan kebijakan, peraturan dan pengajuan rancangan perda yang ditetapkan bersama dan melaksanakan visi-misi sebelumnya ketika pemilu dalam membangun daerah supaya lebih maju dan dapat diperhitungkan serta mengupayakan terlaksananya daerah yang mampu menyanggah dan memanfaatkan sumber daya manusia maupun alam didaerah.

Namun pada dasawarsa ini pemimpin daerah yang diharapkan mampu memajukan dan membangun daerah kearah lebih baik sepertinya masih memerlukan waktu lama bagi masyarakat indonesia, permasalahan dan konflik yang ada belum menemukan titik cerah seperti: korupsi yang mengakar dalam tubuh pemimpin daerah masih menjadi kendala utama, masih banyak pemimpin daerah yang kurang kompeten dan tangkas dalam menghadapi persoalan internal maupun eksternal daerah sehingga masalah menjadi terbengkalai dan membengkak, dalam pemberlakuan hukumpun masih seperti pisau dapur dan nepotisme.

Apalagi saat ini sedang maraknya berita tentang pemimpin daerah yang tertangkap oleh badan narkotika nasional mengkonsumsi narkoba, padahal beliau tidak lama ini baru dilantik namun sudah melakukan kesalahan fatal tersebut jadi dimanakah moral seorang pemimpin yang harusnya menjadi pemberantas didaerah itu dan malah bukan pengkonsumsi, pada akhirnya rakyatlah yang menjadi korban dari kebejatan moral pemimpin daerah tersebut.

Penulis menyarankan agar pemerintah pusat lebih teliti dan ketat lagi dalam menyeleksi calon pemimpin daerah kedepannya, bukan hanya dari sisi intelektual dan punya nama namun dari segi moral pun harus dijaga agar nantinya sejalan dan seimbang sedangkan bagi pelaku pemimpin daerah yang mengonsumsi daerah semoga dapat diusut secara tuntas dan dihukum dengan hukum yang berlaku agar menjadi evaluasi bagi perda yang lain.

Romi romansyah
Mahasiswa UIN syarif hidayatullah Jakarta
Prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam
Pengurus HMJ SKI Departemen Minat dan Bakat
Kader Himpunan Mahasiswa Banten (HMB)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==