Mahasiswa Lampung Gelar Aksi Tuntut Turunkan Manajer PLN Lampung

Mahasiswa News | Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Provinsi Lampung merealisasikan janji mereka untuk turun ke jalan menuntut agar Manajer PT PLN Lampung dicopot dari jabatannya karena tidak mampu mengatasi masalah pemadaman listrik di Lampung.

“Hari ini (17/3/2016) kita lakukan aksi menuntut agar manajer PLN Lampung dicopot atau meundur dari jabatannya kalau tidak mampu mengatasi masalah listrik di Lampung”, ujar M. Iqbal ketua DPD IMM Lampung.

Ratusan mahasiswa turun dalam aksi yang dimulai dari kampus Universitas Muhammadiyah Lampung (UML), berorasi di tugu Adipura, dilanjutkan ke kantor Gubernur dan DPRD Lampung.




Dalam press reales Iqbal menyatakan bahwa provinsi Lampung yang memiliki pertumbuhan pelanggan listrik terbesar di Sumatra yaitu 7% setiap tahunnya, menjadi pangsa pasar yang potensial bagi industri tenaga listrik nasional.


Munculnya industri tenaga listrik baik negeri maupun swasta menjadi keharusan guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang ada di provinsi sang bumi ruwai jurai ini. Seperti dilansir swaralampura.com Tumbuhnya pembangkit-pembangkit listrik baik PLTA, PLTU, PLTMG muncul di provinsi ini, guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Namun ironisnya, dengan semakin tingginya kebutuhan masyarakat dan ketergantungan masyarakat terhadap energi listrik ini, Provinsi Lampung menjadi sorotan dengan memperoleh peringkat ke-2 secara nasional dengan pelayanan listrik terburuk. Hal ini didasari dengan seringnya pemadaman listrik yang terjadi setiap hari di provinsi lampung dengan rata-rata pemadaman mencapai 3 jam lebih/hari, dan sudah berlangsung sejak bulan Agustus tahun 2015, dengan alasan debit Air menurun dan terhambatnya transferan Energi dari pembangkit di Sumatra Selatan.

Dalam berbagai diskusi dan rilis media GM PLN Lampung telah berjanji menjamin tidak akan terjadi pemadaman di Listrik namun kenyataannya pemadaman bergilir terus dilakukan hingga hari ini. Banyak kerugian yang didapat oleh Masyarakat akibat kebijakan sepihak dari PLN ini, baik segi ekonomi, Pendidikan sampai ke pelayanan publik yang juga terhambat akibat dari pemadaman listrik.

Oleh karna itu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ( IMM ) Lampung, menuntut:
 

- Copot General Manager PLN Lampung yang paling bertangung jawab atas hal ini.
- PLN Lampung wajib mengganti rugi kepada pelanggan listrik berupa pembebasan biaya listrik dibulan-bulan yang akan datang.
- Meminta DPRD Lampung membuat Pansus untuk menyelesaikan krisis Listrik Lampung.
- Mendesak Pemerintah Provinsi Lampung untuk segera memberikan solusi cepat atas krisis Listrik di Lampung.
- Mendesak Presiden Republik Indonesia untuk menuntaskan proses trasfer daya dari Sumatra Selatan ke Lampung yang terhambat.
- Mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera menuntaskan krisis listrik di Lampung karena menghambat program Nawacita.
- Mendesak Menteri BUMN untuk membangun dan mengoptimalkan Pembangkit Listrik di Lampung agar tercipta Swasembada Energi. (rks)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==