Dilabeli Radikal, Ini Tanggapan Ketua KAMMI Pusat

Mahasiswa News | Pemberitaan di beberapa media dengan judul Radikalisme Ideologi Menguasai Kampus yang memuat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) sebagai organisasi radikal membuat Ketua KAMMI Pusat, Kartika Nur Rakhman, berkomentar.

Dalam acara Musyarawarah Kerja Nasional yang diselenggarakan pada tanggal  17-21 Februari 2016 di Asrama Haji Bekasi Jawa Barat, di depan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Kartika mengatakan KAMMI menyatakan diri sebagai salah satu elemen bangsa yang memperjuangkan ummat Islam di Indonesia dan menolak segala bentuk tindakan kekerasan yang mengatasnamakan Islam.

Dia berjanji akan segera menemui peneliti LIPI dan mempertanyakan metode penelitian yang digunakan sehingga KAMMI sampai dilabeli berpaham radikal. “Kami sudah menyurat hari ini (kemarin) untuk melakukan audience,” tegas Kartika.




Ketua PD KAMMI Jakarta Timur, Jimmi Julian, juga menyatakan sangat menyayangkan pernyataan peneliti LIPI. “Definisi dari radikal itu harus diperjelas, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saja dalam satu kesempatan mengatakan, bahwa muslim yang memeluk agamanya dengan  radikal itu baik,” ucap jimmi.

Kartika berharap, LIPI segera melakukan klarifikasi dan mengembalikan citra KAMMI secara baik. Sebab, Kartika menegaskan, sama sekali KAMMI tidak mengajarkan kekerasan. “Prinsip KAMMI adalah prinsip perbaikan, bukan gerakan teroris serta tak ada paham fundamental atau paham radikal" tegasnya.(rks)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==