BEM UR : Rapor Merah, Kinerja Jokowi-JK Nol Besar

Mahasiswa News | Pekanbaru (02/03/2016), Badan Eksekutif Mahasiswa Univesitas Riau (BEM UR) berikan rapor merah kepada pemerintahan JOKOWI-JK yang memang selama ini belum menunjukkan kinerja yang maksimal untuk negeri dan terkhususnya untuk Bumi Melayu Riau. Dalam rentetan agenda “Pengarahan Menkopolhukam RI Dalam Rangka Antisipasi Gangguan Anarkisme, Radikalisme, Dan Terorisme Untuk Menjaga Stabilitas Politik, Keamanan, Hukum, Ekonomi” yang bertempat di Hotel Labersa Pekanbaru yang berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB tadi.

Dihadiri oleh pemerintah Provinsi Riau dan jajarannya serta menghadirkan Luhut Binsar Panjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum Dan Keamanan Republik Indonesia yang kali ini memang melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau, dalam kesempatan ini Presiden Mahasiswa Universitas Riau Andres Pransiska, Menteri Sosial Politik Bem Universitas Raiu Faisal Indra Rangkuti, Menteri Hukum Advokasi Bem UR, beserta jajaran BEM UR lainnya kirimi JOKOWI-JK Rapor Merah terkait kinerja JOKOWI-JK yang didalamnya juga melampirkan Maklumat Rakyat Riau.






Adapun isi Rapor Merah itu diantaranya dalam Bidang Hukum Yakni Kelanjutan Kasus BLBI Nilai C, Kelanjutan Kasus Korupsi Gubernur Sumatera Utara Yang Isunya Menyeret Petinggi Partai Nilai C, Revisi Undang –Undang KPK Nilai D, Rancangan Undang-Undang Untuk Sanksi Ajaran Sesat (LGBT, Syiah, Ahmadiyah, ISIS, Dll) Niai D, Revisi Undang-Undang Tata Kelola Asset Bangsa, Nasionalisasi Asset Bangsa Nilai E, Penanganan Korporasi Atau Pelaku Pembakar Hutan Dan Lahan Riau Dan Indonesia Nilai D; Bidang Ekonomi Yakni Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok Masyarakat Nilai D, Stabilitas Harga Jual Hasil Komoditi Perkebunan Dan Pertanian Rakyat Nilai D, Stabilitas Harga Jual BBM Dan Pencabutan Rakyat Nilai K, Nilai Mata Uang Rupiah Kian Melemah Niali D, Angka Pengangguran Meningkat Akibat PHK Nilai D; Di Bidang Sosial Yakni Kemerataan Pembangunan Di Wilayah Luar Jawa Nilai E, Kemiskinan Semakin Meningkat Akibat Pelemahan Perekonomian Nilai E, Pembangunan Kereta Cepat Di Wilayah Non Produktif (Jakarta-Bandung) Niai K, Penggusuran Wilayah Lokalisasi Di Semua Wilayah Indonesia Tanpa Unsur Politisi Nilai C, Peningkatan Kualitas Pendidikan Nilai C, Status BPJS Yang Kontroversional Niali D; Di Bidang Politik Yakni Pelaksanaan Visi, Misi, Dan Janji Politik Kepada Rakyat Oleh Pejabat Terpilih Khususnya Presiden Dan Kepala Daerah Nilai D, Polemik Dramatisasi Kepengurusan Partai Nasional Dan Lain-Lain Nilai C. Dan Total Nilainya yaitu NOL BESAR.




“Selain rapor merah, kami sebagai Mahasiswa Dan Masyarakat Riau memberikan maklumat kepada Jokowi JK, berikut maklumat kami:
1. Segera tangani kasus pelaku kebakaran hutan dan lahan dan jerat korporasi pembakar hutan dan lahan
2. Indikasi kebakara hutan dan lahan di tahun 2016 masih ada 
3. Nasionalisasi migas di Riau yang masih dikelola perusahaan asing (Chevro, Blok Rokan, dll)
4. Kasus korupsi jembatan siak 4 dan pemberhentian proyek tersebut.
5. Segera tangani kasus hinaan masyarakat melayu oleh politikus PDIP.
6. Stabilitaskan perekonomian di Riau terutama untuk harga sawit dan karet di Riau”, tegas Andres.

 
Andres juga mengatakan bahwa Pemberian Rapor ini sebagai cerminan bagi JOKOWI-JK atas kinerjanya satu tahun belakangan ini.


“Selain untuk menggambarkan kinerja JOKOWI-JK, rapor ini juga sebagai salah satu bentuk advokasi gerakan kita untuk mengingatkan JOKOWI-JK melalui kinerjanya 1 tahun lebih ini namun masih banyak masalah yang belum diselesaikan, dengan harapan aspirasi kita tersampaikan dan segera merealisasikan janji-janji JOKOWI-JK”, pungkas Andres.(BEM UR/MN)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==