BEM Untan : Jembatan Tayan Hakikatnya Untuk Asing

Mahasiswa News | Presiden Joko Widodo meresmikan Jembatan Tayan, Selasa(22/3/2016). Jembatan dengan panjang 1,65 kilometer ini menghubungkan Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kaimantan Timur dan bahkan ke negara tetangga yakni Malaysia dan Brunei Darussalam.

Prima Yuliantoro, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tanjungpura Pontianak mengemukakan, sejak Jokowi menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, lebih dari separuh Indonesia telah dijajah oleh asing. Ibarat pepatah ‘Bagai Ayam Mati di Dalam Lumbung Padi’, masyarakat pribumi jadi buruh di negerinya sendiri. 




“Seperti pembangunan jembatan Tayan yang diresmikan Presiden Jokowi, dapat memudahkan perusahaan sawit hilir mudik menguasai Kalimantan Barat,” ungkap Prima, Selasa (22/3/2016). 

Prima menyampaikan, pembangunan Jembatan Tayan sudah menghabiskan dana sejumlah kurang lebih Rp 907 Miliar yang didanai oleh 90% dari Tiongkok serta 10 % oleh PT.Winka. 

“Lagi-lagi proyek ini didanai oleh pihak asing,” tegasnya. 

Oleh karenanya, jembatan yang menghubungkan jalur ke seluruh provinsi di kalimantan itu pada hakikatnya dapat melejitkan ekonomi asing dengan lebih besar, bukan rakyat pribumi. 

“Jika benar-benar pemerintah mau menaikkan roda ekonomi rakyat Kalimantan Barat, mengapa jalan Trans Sanggau, jalan Trans Ketapang juga Kapuas Hulu sampai sekarang tak pernah diperhatikan dan diperbaiki,” jelasnya. 

Kendati begitu, Prima teramat berterima kasih terhadap Presiden Joko Widodo sebab sudah menghipnotis ribuan rakyat Kalbar agar bersimpati pada jembatan serta pembangunan yang lain yang pada kenyataanyya semua itu merupakan milik bangsa asing. (BEM Untan/MN)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==