Beasiswa Kuliah S1 dan S2 untuk Peraih Nilai Tertinggi UN

Mahasiswa News | Ada beasiswa kuliah menanti para siswa yang meraih nilai tinggi dalam Ujian Nasional (UN). Beasiswa ini dijanjikan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak kepada siswa SMA/SMK yang masuk rangking lima besar nasional dalam Ujian Nasional (UN).

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengaku, memiliki keinginan yang belum terwujud. Seperti dilansir okezone.com Keinginan itu adalah siswa Pontianak dapat menduduki peringkat lima besar nasional UN. Selama kepemimpinannya sebagai wali kota dua periode, hampir seluruh bidang sudah berhasil diraih Pemkot Pontianak, bahkan tidak sedikit penghargaan yang diterima Pemkot.



“Hanya satu obsesi saya yang belum tercapai, yaitu ada siswa Pontianak yang masuk rangking lima besar nasional dalam UN,” ungkap Sutarmidji, Senin (14/3/2016).


Bagi siswa yang berhasil meraih prestasi itu, Pemkot akan membiayai pendidikannya di perguruan tinggi hingga selesai. Kendati Midji menilai para siswa pada dasarnya sudah siap menghadapi UN, mereka harus diberikan motivasi supaya mendapat nilai terbaik dan mampu menunjukkan prestasi di tingkat nasional.

“Kalau ada yang masuk lima besar secara nasional, Pemkot akan membiayai siswa itu selama mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, bahkan bila perlu hingga pendidikan S-2,” jelasnya.

Kesiapan dari para siswa dalam menghadapi UN, dinilai Sutarmidji, tidak perlu diragukan. Namun masih ada rasa ketakutan yang berlebihan jelang menghadapi UN. Hal-hal tersebut menurutnya tidak perlu ditakutkan sebab ujian itu bukan sebagai suatu beban, melainkan tantangan yang harus dihadapi.

"Hanya orang yang tidak pernah lari dari setiap tantangan, hanya orang yang tidak pernah takut akan tantangan yang akan berhasil,” imbuhnya.

Midji meminta para orangtua siswa tidak membatasi apa yang sudah menjadi kebiasaan anak-anaknya sepanjang masih bersifat positif seperti kegemaran anak pada suatu olahraga, menonton televisi dan lain sebagainya. Dia berpendapat, bila orangtua membatasi hal yang sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan anak dalam keseharian, dikuatirkan akan mempengaruhi kerja otak kecilnya dan sulit untuk menyesuaikan kembali.

"Ini terkadang kebiasaan anak tidak boleh dilakukan dulu karena mau ujian. Jangan juga seperti itu, yang biasa dilakukan mereka sepanjang itu positif, biarkan saja,” pungkasnya. (rks)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==