Aksi Aliansi BEM se-Sumatera Selatan Temui Jokowi

Mahasiswa News | Palembang,  (2/3/2016) intel kepolisian berkeliaran dikampus Universitas Negeri Sriwijaya (UNSRI) Inderalaya. Sekitar pukul 11.00 WIB Presiden Mahasiswa (Presma) UNSRI dihubungi oleh salah seorang karyawan untuk bertemu  digedung Fakultas Ilmu Sosoial dan Ilmu Politik (FISIP). Dan sesampainya disana ternyata intel kepolisian sudah menunggu dan menanyakan kegiatan mahasiswa UNSRI menyambut kedatangan Presiden Jokowi. Presiden Mahasiswa (Presma) UNSRI pun menjawab tidak ada kegiatan apa - apa karena dihari yang sama presma dijadwalkan bertolak ke jakarta untuk menghadiri konsolnas BEM SI. Dan ketika itu sempat intel mengajak presma untuk foto bersama.

Setelah pertemuan dengan intel di FISIP, Presma dan Staff Khusus (Staksus) Presma pergi makan siang disebuah rumah makan di luar UNSRI, dan beberapa saat sampai ditempat tersebut datang seorang dengan pakaian seragam sama dengan intel yang baru saja ditemui dikampus tadi. Dan siang itu Presma dan Staksus baru meninggalkan rumah makan setelah intel pergi.

Sekitar 11.45 WIB Presma dan Staksus kembali ke Sekretariat BEM KM UNSRI untuk melakukan kajian terhadap kedatangan jokowi bersama Garda Sriwijaya. Dan ditengah kajian secara bergantian 4 orang intel kepolisian terus menghubungi Presma bahkan sampai malam hari.




Kurang lebih 16.00 wib, Aliansi BEM se-Sumsel mengadakan konsolidasi disekretariat BEM KM UNSRI. Lalu diputuskan penyikapan kedatangan Jokowi dengan aksi bergerilya, tujuannya penyampaian hasil kajian terhadap 3 masalah penting di Sumsel, yakni Pembakaran Lahan dan Asap, Jalan Lintas Timur Palembang-Inderalaya, dan Terjun Bebasnya Harga Karet. Lalu kajian berlangsung hingga pukul 18.00 wib, dan dilanjutkan dengan menyiapkan perlangkapan aksi pada malam harinya.

Kamis (3/3/2016), pukul 09.00 wib Aliansi BEM se-Sumsel berkumpul di kampus Bina Husada (Binhus) Palembang, lalu dilanjutkan dengan breafing konsepan aksi gerilya hari itu.

Lebih kurang pukul 10.15 WIB tim mulai bergerak, terbagi menjadi 5 tim, terdiri dari tim 1 bandara, tim 2 simpang bandara, tim 3 BAM dan tim 4 fly over yang masing-masingnya membawa spanduk dengan tulisan ala mahasiswa yang akan dibentang ketika Presiden Jokowi lewat dititik - titik tsb. Sementara tim yang satuny adalah tim ring 1 dengan membawa hasil kajian menjadi persembahan untuk Presiden Jokowi.

Sekitar pukul 13.00 WIB tim 1 digeledah Bareskrim dan aparat TNI AU yang berujung pada pemantauan gerak - gerik tim hingga ke masjid bandara, dan pada akhirny tim 1 pun diusir dari bandara.




Sekitar 13.35 WIB Presiden Jokowi tiba dibandara, tim ring 1 sudah bersiap dilokasi kunjungan. Disaat yang sama Presma POLSRI dkk mencoba mengikuti dari belakang, tapi gagal. Pasukan berlapis melakukan pengamanan. Menteri luar negeri BEM KM Unsri, Presma PGRI dan Wapresma UIGM berhasil mengikuti media dan mengelabui petugas keamanan. Bahkan sudah sangat dekat dengan posisi Presiden Jokowi, hanya saja pengamanan yang ketat dengan senjata super lengkap membuat mereka tidak bisa berbuat banyak hal. Sementara Presma Unsri dan Presma Binhus sudah dihalang-halangi dan dipantau gerak - geriknya. Dan pergerakan semakin sulit ketika 2 Orang intel dan kurang lebih 6 aparat mengelilingi mereka berdua.

Lebih kurang 14.00 WIB Presiden Jokowi bertolak ke palindra, tim 2 pun mengalami gesekan dengan aparat disimpang bandara ketika berupaya mmbentang spanduk, bahkan berakhir dengan aksi tarik- tarikan dan dorong-dorongan, alhasil spanduk pun diambil paksa aparat. Ditempat lain tim 3 pun digeledah, hanya saja spanduk tidak sempat disita.

Tim ring 1 menuju Palindra dalam kondisi tim terpecah 2, dan pada akhirnya di Palindra pun misi gagal dijalankan karena jalanpun ditutup total. Lalu semua tim bersiap - siap dtitik berikutnya, yakni jakabaring, tapi dalam perjalanan ke Jakabaring Presma Unsri dan Presma Binhus mengalami Insiden.

Setelah itu ternyata kunjungan Presiden Jokowi tidak jadi ke tempat tersebut, dan beliau kembali menuju Bandara.

Semua tim langsung dikumpulkan sekaligus sholat ashar di Masjid Cheng Hoo, juga menghindari pemantauan intel yang sudah mengetahui aksi mahasiswa ini, karena disetiap penggeladahan ditemukan almamater di dalam tas.

Aliansi BEM se-Sumsel  evaluasi dan mengakhiri pertemuan sore itu di Bina Husada.

"Perjuangan dan kekompakan yang luar biasa kawan, bangga berada ditengah-tengah kalian, meski targetan tak tercapai untuk menyerahkan hasil kajian kepada Presiden Jokowi, tapi ada sebuah semangat kepedulian luar biasa untuk daerah tercinta yang kalian pertontonkan, meski harus menantang pengamanan yang super ketat."

Jangan berhenti kawan, yakinlah semua perjuangan tak ada yang sia-sia !!!

Ttd
Kementrian luar negeri BEM KM UNSRI Kabinet Ampera.
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==