Sinergi Rakyat Dan Mahasiswa Sepuluh Nopember

Mahasiswa News | Surabaya, kota pahlawan yang PERNAH menggerakan dan memicu semangat pemuda pemudi Indonesia untuk menolak dijajah kembali, Aksi heroic penuh keberanian yaitu perobekan bendera musuh dihotel yamato oleh para pemuda yang sampai sekarang masih diketahui dan dijadikan pemantik semangat para kaula muda, Kota yang terkenal dengan lambang nya yang khas yakni ikan hiu sura dan buaya yang menandakan bahwa arek arek atau orang orangnya kuat didarat ataupun di air. Pagi ini tak ada awan satupun dilangit kota Surabaya sehingga panas dari sang surya langsung menusuk ke kulit yang sudah biasa ia bakar. Keluh kesah mahasiswa tingkat awal sampai tingkat akhir sayup-sayup terdengar dari kejauhan menandakan bahwa sedang berada dilingkungan sebuah kampus. Kampus identik dengan mahasiswa maka tak ayal jika sesuatu kampus dikatakan sudah maju dapat dilihat dari kualitas mahasiswa nya.

Sepuluh nopember 1945 tentara belanda masuk ke Surabaya melewati jalur laut untuk melakukan penjajahan kedua kalin nya kepada Indonesia, sepuluh Nopember 1945 pula berjejer para pemuda pemudi yang siap mengorbankan segala sesuatu baik nyawa atau pun barang berharga nya demi negara Indonesia yang pada saat itu sudah menyatakan kemerdekaannya. Sepuluh nopember pula menjadi pelopor didirikannya Kampus pergerakan yang disandang gelarnya oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Namun ada yang membedakan, jelas beda dari segi musuh, jelas beda dari segi kondisi namun yang ingin penulis ambil ialah perbedaan dari semangat dan pengorbanan yang digunakan pemberi ilham sepuluh nopember. Sepuluh nopember bukan lagi sebuah penjajahan kedua, namun menjadi sebuah kampus yang mungkin pendirinya menginginkan mahasiswa nya memiliki daya juang dan mau berkorban seperti apa yang mengilhami nya. Namun yang penulis rasa di 56 tahun berdirinya kampus ini atau institusinya telah terjadi pemerosotan. Mahasiswa yang identik dengan kampus, penulis rasa sudah tidak menyerupai apa yang mengilhaminya. Karena Arti mahasiswa dan arti perjuangan serta pengorbanan yang penulis anut tidak tergambarkan dan tercermin dari perilaku dan keadaan mahasiswa yang berada pada Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya sekarang ini. Kenapa mahasiswa? apa hubungan mahasiswa dengan semangat sepuluh nopember? Berikut ulasan penulis.



Sebagaimana ulasan sejarah diaatas pada tanggal 10 nopember 1945 pemuda pemudi Indonesia rela mengorbankan segala sesuatu yang bahkan mereka belum tentu bisa nikmati,mereka siap pasang badan dan mempertaruhkan segalanya demi kemerdekaan Indonesia. lalu apa relevansi nya dengan mahasiswa? Mahasiswa strutktur terpenting dari sebuah kampus ialah tak lebih hanya sebatas manusia manusia biasa yang belajar, berkegiatan dikampus semata, dalam Kbbi Mahasiswa ialahmahasiswa/ma·ha·sis·wa/ n orang yang belajar di perguruan tinggi;. Namun sejarah mencatat orang orang biasa yang belajar dan berkegiatan dikampus atau perguruan tinggi ini dapat merubah dan menuliskan sebuah sejara. Tercatat banyak sekali perubahan-perubahan yang telah di torehkan dari orang orang biasa yang sering dianggap kaum intelek baik untuk Indonesia dan untuk dunia yang di inisiatori.

Lantas apa itu mahasiswa? Apakah hanya sebatas orang yang belajar di perguruan tinggi semata? Atau kah memiliki nilai dan strata tersendiri dalam masyarakat? Jawabanya berada pada PERAN FUNGSI MAHASISWA dan RAKYAT INDONESIA. Didalam Peran Fungsi Mahasiswa ini terdapat 4 poin penting yakni Agent of change, social control, iron stock dan moral force. Lau apa itu rakyat Indonesia? Siapa dia? menurut Kbbi rakyat Indonesia ialah terdiri dari 2 kata yakni rakyat dan Indonesia, rakyat sendiri ialah penduduk suatu negara sedangkan Indonesia ialah bangsa, budaya, bahasa yang ada di negara Indonesia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa RAKYAT INDONESIA ialah penduduk suatu negara yang memiiki bangsa budaya Bahasa yang ada di negara Indonesia.

Mahasiswa dalam hal ini ialah Mahasiswa Indonesia ialah tak lain dan tak bukan merupakan bagian dari rakyat Indonesia pula karena mahasiswa ialah penduduk suatu negara yang memiliki bangsa budaya Bahasa yang ada di negara Indonesia, sehingga seharusnya apa apa yang terjadi dan apa apa yang di perjuangkan dan digerakkan oleh mahasiswa adalah apa apa yang diperjuangkan dan gerakkan oleh rakyat Indonesia pula. Pergerakan identik dengan mahasiswa, pergerakan menurut penulis ialah sebuah kegiatan yang memberikan dampak pada linkungan entah itu hal positif ataupun negatif, tergantung dari sudut pandang apa yang pengamat gunakan.

Pergerakan mahasiswa identik sekali dengan paham dan ideologi yang dianut oleh mahasiswa serta keresahan yang dialami Rakyat Indonesia. Salah satu media penyampai ideologi dan keresahan dari rakyat Indonesia ialah turun kejalan dengan maksud mengingatkan dan memberikan edukasi kepada rakyat Indonesia belum merasakan keresahannya serta sebagai media penyampaian solusi dari permasalahan yang terjadi sebagi bentuk jawaban dari keresahan Rakyat Indonesia, karena yang penulis yakini ialah jalan merupakan mimbar bebas bagi siapa saja entah itu mahasiswa ataupun bagian bagian rakyat Indonesia lainnya untuk menyampaikan aspirasinya. Seperti poin yang disampaikan penulis diatas mahasiswa adalah bagian dari rakyat Indonesia maka pergerakan Mahasiswa ialah pergerakan yang bersumber dari permasalahan dan keresahan keresahan yang ada pada rakyat Indonesia.

Hal seperti ini belum penulis temukan di mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, individualisme dan rasa nyaman yang timbul di jurusan masing masing membuat mahasiswa ITS menurut penulis sangat jauh dari Rakyat Indonesia, sangat jauh disini berarti nyaris tak memberikan dampak apapun kepada rakyat banyak. Banyak sekali organisasi atau ormawa (organisasi mahasiswa) minim kontribusi positif yang nyata untuk negeri layaknya eo (event organizer) yang tidak memberikan dampak apapun kepada rakyat sekitar, terlebih kepada rakyat Indonesia pada umumnya. Sehingga atas dasar individualisme dan rasa nyaman didalam kampus sebagai dasaran untuk tidak berlebihan jika penulis menyebutkan sudah tidak relevan gelar kampus pergerakan yang di sematkan kepada Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Sangat disayangkan sekali mahasiswa yang dewasa ini menjadi tonggak penerus bangsa, sebagai social control, sebagai agen perubahan dan penekanan moral tidak tergambar di kampus yang dikatakan kampus pergerakan. Namun penulis tidak dapat tinggal diam, jika kesalahan sedang terjadi didepan mata maka tanggung jawab dari orang yang mengetahui nya untuk membenarkan, oleh karena itu penulis ingin menggalakan kembali pergerakan di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember agar kontributif dan memberikan efek dan dampak nyata baik sekitar kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember atau kepada rakyat Indonesia pada umumnya. Jika sudah terjadi demikian maka tanggung jawab kita semua selaku rakyat Indonesia mengawasi dan mengawal segala sesuatu yang telah berjalan dengan baik yang dilakukan oleh entah dari pihak pemerintah ataupun dari rayat Indonesia itu sendiri.

Oleh karena itu pergerakan mahasiswa yang ideal menurut penulis adalah pergerakan bersama seluruh elemen-elemen yang ada pada rakyat Indonesia untuk bersama-sama sadar dan mau berjuang menciptakan kondisi dimana rakyat merasa sejahtera dan menguntungkan segala pihak bukan untuk menguntungkan suatu pihak sehingga terwujudlah cita-cita bangsa Indonesia yang ditelurkan oleh pendahulu kita didalam Undang Undang Dasar 1945 dan tidak melupakan aturan dasar kita bernegara Indonesia yang baik yang tercermin dalam Pancasila sebagai tameng atau barrier kita terhadap segala sesuatu yang masuk dan menyerang negara tercinta. Karenanya gagaslah pergerakan sebelum pergerakan yang akan menggagas mu, gerakan pergerakan atau di gerakkan, karena suatu kebenaran tidak akan di akui sebagai kebenaran jika tidak dideklarasikan dan sesuatu yang benar tidak akan dianggap benar jika tidak digerakkan serta diperjuangkan!

HIDUP MAHASISWA!
HIDUP RAKYAT INDONESIA!

Oleh:
Muhammad Ikhwan Rahman
Jurusan Teknik Material dan Metalurgi Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==