Helvy Tiana Rosa Selain Penulis Juga Berprofesi Sebagai Dosen

Mahasiswa News | Ketika Mas Gagah Pergi Novel karya Helvi Tiana Rosa yang sudah terbit sejak kurang lebih 20 tahun lalu ini masih eksis hingga saat ini. Pada 1997 salah satu karya terbaik Helvy ini juga diterbitkan dalam sebuah novel yang terjual sebanyak sepuluh ribu eksemplar bahkan sebelum bukunya selesai dicetak. Uniknya pada 2015 ini, novel Ketika Mas Gagah Pergi sudah dicetak ulang hingga tiga puluh sembilan kali dengan hitungan satu kali cetak ulang sebanyak satu juta eksemplar. 

Tahun ini, akhirnya novel yang sudah dinanti lama oleh pembacanya untuk di film-kan akhirnya tayang juga di layar lebar dengan kemasan (KMGP The Movie) “Ketika Mas Gagah Pergi The movie”.

Helvy Tiana Rosa (45) sendiri sudah lama dikenal sebagai penulis novel. Namun selain berprofesi sebagai penulis, sastrawan terkenal ini ternyata merupakan Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Disamping mengajar di jurusan JBSI, Ibu 2 anak ini juga membimbing komunitas Bengkel Sastra UNJ. Bunda Helvy merupakan sosok sastrawan yang sangat berintegritas dan sangat teguh dengan idealisme nya.




Dua puluh tahun berlalu akhirnya novel tersebut tayang di bioskop pada 21 Januari lalu. "Saya bisa katakan bahwa keinginan mewujudkan film KMGP ini bukanlah keinginan bunda Helvy saja, namun ini merupakan keinginan bersama para pembacanya, yang sangat mendambakan film berkualitas dan menginginkan sosok mas Gagah terviasualisasi melalui film", ucap kakak dari penulis Asma Nadia ini.

Bunda Helvy sangat menjaga betul nilai-nilai juga ruh yang terkandung dalam novel nya. tak masalah baginya harus berkeliling 120 kota se Indonesia untuk mengumpulkan patungan para pembacanya, dari pada harus menyerah pada tawaran 11 Rumah Produksi yang tidak sejalan dengan idealismenya.

Bunda Helvy mengusulkan pada beberapa rumah produksi supaya pemeran utama dalam film dapat menjadi teladan bagi penontonnya. Ia menekankan karakter tokoh novel dan film juga sama dengan karakter pemeran pada kesehariannya. Helvy tak ingin film yang dinanti 20 tahun ini, keluar dari nilai-nilai positif yang disampaikan dalam novel. (Qie)

loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==