Dapatkah LGBT di legalkan di Indonesia?

Mahasiswa News | Isu legalisasi LGBT di Indonesia adalah suatu problema hukum yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan. Awal mencuatnya masalah ini berasal dari Amerika Serikat yang melegalkan LGBT yang berdampak ke seluruh negara termasuk Indonesia. Banyak pertanyaan yang muncul tentang masalah ini,mungkin pertanyaan yg muncul "Apakah LGBT dapat dilegalkan di Indonesia?" "Apakah LGBT merupakan HAM?".

Tentang pertanyaan "Apakah LGBT dapat di legalkan di Indonesia?" Kita harus melihat lagi nilai-nilai yang hidup di masyarakat karena hukum yang hendak di bentuk harus sesuai dengan nilai-nilai yang hidup di masyarakat.

Indonesia bukanlah negara Agama akan tetapi negara Demokrasi Konstitusional yaitu negara Demokrasi yang berdasarkan konstitusi. Tujuan dan pedoman negara kita ini termuat dalam Preambule UUD'45  yang dimana UUD'45 merupakan konstitusi. Selain itu, Indonesia juga memiliki ideologi negaranya sendiri yang termuat dalam Pancasila. Pancasila adalah simbol kesatuan negara ini yang dimana tiap sila-silanya bersumber dari nilai-nilai masyarakat. Seperti yang kita ketahui bahwa sila 1 mengartikan bahwa Indonesia mengakui Tuhan yang Maha Esa. Dengan itu maka manusia pun mengakui bahwa hanya ada 2 jenis manusia yang diciptakan Tuhan yaitu pria dan wanita. Ketika keluar dari rahim Ibu maka jelaslah apa gender seorang manusia. Bagaimana dengan pria yang keperempuanan?dan sebaliknya perempuan kepriaan?bukankah itu kehendak Tuhan? Saya katakan bahwa itu adalah penyakit jiwa yang dimana seseorang tidak menemukan jati dirinya yg sebenarnya. Itu bukan kehendak Tuhan, bukankah kita manusia meyakini bahwa Tuhan Maha Sempurna? setiap ciptaan-Nya semua benar hanya saja manusia yang merusak ciptaan-Nya. Seorang Lesbian, Gay, Banci, Tomboy adalah penyakit jiwa dan orang-orang tersebut harus di obati bukannya didukung dan diberikan kesempatan untuk lebih merusak jiwanya.




Pertanyaan selanjutnya yaitu "Apakah LGBT merupakan HAM?" Saya mengutip kalimat yang ada dalam website Republika.co.id yang berjudul Maarif Institute: Kelompok LGBT Manfaatkan Momentum Legalisasi di AS, yaitu "Secara konstitusional, setiap warga negara punya hak-hak sosial dan politik yang setara, termasuk menentukan orientasi seksualnya sendiri" saya membenarkan jika memang tiap warga negara memilki hak sosial dan politik akan tetapi hak tidak dapat diberikan asal-asal atau main memberikan saja karena dalih setiap manusia punya hak, apalagi memberikan secara leluasa hak itu kepada orang yang tak cakap (mempunyai penyakit jiwa). Sebagai contoh apabila orang gila meminta untuk di nikahkan dengan sapi secara sah menurut hukum, apakah akan dikabulkan atau disetujui oleh pemerintah? Tentu tidak. Walaupun itu adalah haknya untuk menentukan orientasi seksualnya sendiri akan tetapi tidak mungkinlah diwujudkan karena sudah melampaui akal sehat dan juga karena sudah tidak mungkin memberikan hak tersebut kepada orang yang mempunyai kejiwaan yang tidak normal. Sama halnya dengan menerima seorang pria untuk berpasangan sejenisnya merupakan contoh perusakan terhadap moral manusia. Jangan jadikan HAM sebagai alasan untuk perbuatan yang tidak benar.

Melegalkan LGBT di Indonesia adalah sudah jelas bertentangan dengan Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia dan juga bertentangan dengan nilai-nilai kehidupan masyarakat. Indonesia adalah negara Demokrasi yang mematuhi dan berdasarkan Konstitusi yang ada.

Mari kita menolak Legalisasi LGBT dengan cara mengisi petisi penolakan di web www.petisionline.net

Oleh:
Guruh Yayus Putra
Fakultas Hukum Universitas YARSI 2014
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==