Aksi Mahasiswa Dan Pelajar Aceh Tolak Valentine dan LGBT

Mahasiswa News | Banda Aceh, (13/2/2106) Sekumpulan massa dari berbagai organisasi pelajar dan mahasiswa Aceh kembali melakukan aksi damai di bundaran Simpang Lima, Banda Aceh. 

Aksi ini mengenai perayaan valentin yang diadakan setiap tahunnya, dan hal ini bertolak belakang dengan nilai syariat Islam. 

Maka, untuk mengganti perayaan ini, PUSKOMDA Aceh beserta organisasi pelajar dan mahasiswa mengajak untuk menjadikan tanggal  14 Februari sebagai Hari Menutup Aurat. Untuk merealisasikan hal ini dibuatlah sebuah gerakan tandingan baru bernama GEMAR (Gerakan Menutup Aurat).

"Dalam aksi kali ini tidak hanya kita sebagai masyarakat muslim menolak Valentine days  tetapi mengajak untuk mengubahnya menjadi Hijabs Day." Ujar M. Iqbal sebagai kordinator Lapangan.



Serangkaian aksi ini dimulai di Taman Sari dengan kegiatan NGAOS (Ngaji On the Street) bekerja sama dengan ODOJ (One Day One Juz) Aceh, kemudian dilanjutkan dengan konvoi menuju simpang lima sebagai titik aksi.

Sebagai ketua LDK FOSMA, Iqbal juga menghimbau kepada pemerintah untuk tidak pandang bulu terhadap perilaku LGBT yang merusak moral bangsa ini.

Untuk menutup aksi kali ini para peserta melakukan tanda tangan massal sebagai petisi mendukung pemerintah Aceh melaksanakan syariat Islam secara penuh di bumi Aceh tercinta ini. Aksi ini diikuti pula oleh berbagai organisasi pelajar, KAPMI (Kesatuan Aksi Pelajar Muslim Indonesia), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Aceh. (rks)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==